Seruan atau slogan-slogan yang menganjurkan agar masyarakat Cerdas Memilih (CM) atau Memilih dengan Cerdas (MC), jika melihat realitanya, tidak sesedarhana itu dalam pelaksanannya, hal tersebut disebabkan ;
1. Jumlah Parpol dan Calegnya banyak, belum dikenal flat form dan kualitasnya oleh masyarakat ;
2. Sistim pelaksanaannya berbeda dengan sebelumnya ;
3. Sosialisasinya kepada masyarakat minim sekali ;
4. Merujuk pengalaman sebelumnya masyarakat merasa pernah salah memilih, ketika hasil pilihannya tidak sesuai harapan karena terlibat KKN maupun perbuatan tidak baik dimata publik ;
5. Anjuran / slogan tersebut bersifat warning / peringatan terhadap masyarakat agar jangan salah pilih atau jangan asal pilih ;
Cerdas dalam pengertian kamus, adalah sempurna perkembangan akal budinya, pandai, tajam pikirannya dsb, dalam Peguruan tinggi, dilambangkan dengan lulus IP minimal 3 , sehingga User sebagai pengguna akan memilihnya karena kapasitas otaknya besar, dikonotasikan mempunyai kreativitas yang tinggi dalam memecahkan berbagai problem.
Memilih adaalah melakukan tindakan memihak, atau menentukan pilihan, diantara beberapa pilihan ;
Cerdas Memilih
mencakup pengertian ;
Mengenali, Meneliti, Menilai, Mencermati, Membandingkan dengan realitanya, Memutuskan, dan akhirnya menentukan pilihan yang terbaik.
Memilih dengan Cerdas,
adalah menentukan pilihan sebelum hari ”H”nya, karena adanya hubungan emosional, karena sebelumnya telah mengenal baik Caleg maupun Parpolnya, atau karena janji-janji dan iming-iming lainnya, tapi sebagian masyarakat telah belajar dari hasil pilihan sebelumnya, sehingga tetap realistis dalam menentukan pilihannya.
Cerdas memilih atau Memilih dengan cerdas, meskipun cakupan pengertiannya berbeda, tapi sasarannya sama dan mempunyai maksud, tujuan dan kosekwensi sbb ;
1. Maksudnya masyarakat diajak untuk berpikir sebelum memilih dengan cara ;
a. Mengenali pilihannya dulu , jika sudah kenal bagaimana track recordnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat ;
b. Apabila masih belum dikenali, bagaimana flat form parpolnya ;
c. Jika Parpolnya baru, dicermati bagaimana pribadi calegnya,
d. Jika Parpol dan Calegnya baru , dicermati lagi bagaimana janji-janji/ konsep/gagasan yang akan dilakukan pada saat kampanye , realistis atau cuma promosi belaka.
2. Tujuannya :
a. Menghasilkan anggota Lembaga Legialatif dan Ekskutif yang berkualitas ;
b. Meningkatkan kinerja yang lebih memihak kepadaa rakyat daripada Kelompok/Golongan / Parpolnya.
C.Konsekwensinya ;
a. Masyarakat semakin pintar dalam memilih ;
b. Masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya karena merasa belum mengenal parpol dan calegnya , sehingga takut salah memilih ;
c. Masyarakat bersifat praktis, mana yang dianggap menguntungkan secara materi pada saat itu , maka itulah pilihannya.
Kinerja Dewan bersama Pemerintah cukup produktif dalam menerbitkan Peraturan Perundangan selama era reformasi ini, namun lemah dalam aplikasinya, bahkan yang justeru banyak terjerat pedang bermata dua (hukum) banyak dari oknum Aparat (Pemerintah dan Dewan).
Pemilu kedua setelah Reformasi ini, akan menjadi tolok ukur bagi masyarakat, jika hasil pilihan caleg kali ini mampu menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkualitas, sehingga dapat memperbaiki kinerja dan citra Lembaga Legislatif, maka perjalanan demokrasi selanjutnya menjadi lebih baik, atau sebaliknya.
Mungkin kedepan pemerintah telah melakukan pengkajian untuk penyederhanaan pelaksanaan demokrasi langsung ini, agar lebih efisien dan efektif khususnya dari segi pendanaan dan outputnya yang dihasilkan akan lebih baik, dengan pemikiran bahwa demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila yang mempunyai nilai-nilai kebangsaan yang tinggi/religius, sehingga dalam mencari dukungan massa tidak mudah terinfirasi dengan pola demokrasi liberal, oleh sebab itu ; STOP DEBAT POLITIK, yang tidak bermanfaat apa-apa, karena memang belum berbuat apa-apa kepada rakyat, STOP STATEMEN yang mengarah kepada konflik, STOP EKSPLOITASI kondisi buruk masyarakat untuk kepentingan politik , Cara INKOGNITO dalam kehidupan rakyat, akan lebih bermanfaat dari pada kunjungan kerja dengan segala fasilitas eksklusifnya (baju kebesaran) membuat rakyat enggan/segan mendekat. Mendengar suara rakyat kecil yang dianggap bodoh tapi punya kejujuran lebih bermanfaat dari pada hanya memberi Instruksi saja.
Suara rakyat adalah suara Tuhan ( vox populi vox dei ) meskipun tidak sepenuhnya benar, karena didalam suatu komunitas /masyarakat/ bangsa telah terjadi pergeseran nilai, yakni dari peradaban hati dan senyum (akhlak) telah berubah keperadaban akal, materialistik dan kekerasan/kekuatan, sehingga penilaian baik dan buruk menjadi relatif didalam masyarakat,… jika demikian halnya maka apa yang menjadi prediksi utusan Almalik akan menjadi kenyataan , bahwa pada saatnya akan terjadi konflik dan perpecahan karena nilai-nilai ketuhanan banyak diabaikan.
Terjadinya musibah silih berganti , terjadinya konflik diberbagai daerah, mungkin sudah saatnya untuk direduksi kembali menjadi pertanyaan besar dalam kehidupan kebangsaan, Mengapa ? dan Bagaimana ?…. Sebelum semuanya terjawab , maka sebagai bangsa yang berketuhanan perlu merujuk kembali kepada petunjuk/ peringatan Alkhalik dalam firmannya bahwa ”…” berbantah-bantahan akan menyebabkan gentar dan hilang kekuatan (hanya menghabiskan energi yang sia-sia)”
serta pesan-pesan akhir UtusanNya dalam sabdanya bahwa ” meninggalkan debat berkepanjangan akan lebih baik dan lebih dekat kepada penciptaNYA ” lebih lanjut Beliau berpesan…dan janganlah kalian berselisih (memperbanyak konflik), karena sesungguhnya umat sebelum kalian telah berselisih, lalu mereka binasa ”
Akhirnya ……… apa yang dihasilkan dalam Cerdas Memilih atau Memilih dengan Cerdas, sangat berkorelasi dengan kondisi psichis/ jatidiri kebangsaannya, antara pemilih dan yang dipilih harus mempunyai nilai Ketuhanan yakni, ichlas, jujur, amanah, cerdas dan bertanggungjawab dan siapapun yang terpilih nantinya tentu harus dihormati
dan dipatuhi amanatnya, karena realiatanya merekalah yang terbaik pada sat ini.
SELAMAT MEMILIH, GENERASI MUDA DAN JANGAN GOLPUT, KARENA TANGAN DIATAS LEBIH BAIK DARI PADA TANGAN DIBAWAH, 2O TAHUN NANTI ANDA SEKALIAN YANG AKAN DIPILIH, KARENA ITU BELAJARLAH DAN BELAJAR TERUS SAMPAI MENEMUKAN JATIDIRIMU SEBAGAI BANGSA INDONESIA YANG SEJATI.
Surabaya, 2 April 2009 .
Jukok.wordpress.com