MAHIR PPKN
(Memaknai Hikmah Ramadhan untuk Penguatan Pilar Kekuatan Nasional)
ALLOHU AKBAR 3X …….. suara takbir bergema dari Masjid2 dan surau2 di seluruh pelosok negeri, sebagai pertanda bahwa bulan penuh rachmat dan maghfiroh telah berakhir, malam seribu bulan telah berlalu , tiada seorangpun yang tahu kecuali atas ijinNya. “Puasa itu milikku dan Akulah yang akan membalasnya kata Alloh” puasa adalah perisai bagi orang muslim , sehingga hanya Rab nya yang tahu terhadap tingkatan atau kualitas puasa orang mukmin dan sejauh mana implikasinya kepada diri dan kehidupan masyarakat , wallohu a’lam.
Fakta/fenomena yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat umum pada awal ramadhan s/d H+7 setiap Hari Raya Idul Fitri, menunjukan kejadian kejadian sbb ;
- Meningkatnya kebutuhan masyarakat konsumen pada barang-barang tertentu, sehingga pasar modern dan tradisionil ramai dukunjungi konsumen untuk memenuhi kebutuhan puasa maupun persiapan lebaran.
- Meningkatnya kesadaran untuk berinfaq, sedekah, zakat mal dan zakat fitrah, dari masyarakat jika difasilitasi tepat sasaran akan menjadi kekuatan untuk menjadi perekat social , karena dapat menghilangkan kecemburuan social guna menutupi lebarnya kesenjangan social ekonomi masyarakat.
- Masjid2 dan tempat2 ibadah penuh dengan jamaah yang melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, mulai dari awal puasa sampai dengan sholat Hari Raya Idul Fitri, (peningkatannya hampir 90 %., sehingga dapat menjadi sarana pembinaan akhlaq)
- Menjelang dan pasca lebaran terjadi peningkatan mobilitas social, sehingga angkutan umum yang sehari-hari sepi menjadi ramai, bahkan fasilitasnya sampai tidak mampu terlayani dengan baik ;
- Menyebarnya semangat hidup (optimisme) dan silaturahmi masyarakat ke penjuru daerah bahkan pelosok desa yang sehari-harinya sepi menjadi ramai karena kedatangan sanak saudaranya yang merantau, sehingga dapat menjadi penguat ikatan persaudaraan dan integrasi social.
- Tempat-tempat rekreasi penuh dikunjungi orang yang habis berlebaran sebagai pelepas kejenuhan bekerja dalam satu tahun ,sehingga menjadi tempat hiburan bernilai positif dan bermanfaat terhadap pengembangan ekonomi secara umum.
- Kemanan dan ketertiban ditingkatkan oleh pemerintah sebagai bentuk pelayanan kepada seluruh warganya.
- THR bagi seluruh karyawan swasta dan negeri juga dipenuhi, sehingga daya beli masyarakat meningkat dan menjadi pendorong bergeraknya perputaran ekonomi.
Itulah beberapa hikmah bulan ramadhan sebagai salah satu bentuk rahmatan lil alamin kepada seluruh masyarakat Indonesia , istimewanya pada tahun 2011 ini bertepatan dengan bulan Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945 atau 66 tahun yang lalu yang bertepatan dengan bulan ramadhan.
Bagaimanakah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah memaknai hikmah ramadhan tersebut menjadi sebuah kekuatan dengan menimalisir konsekwensi logis misalnya menjaga K5 ( Keamanan , Ketertiban, Kenyamanan, Kemacetan dan Kecelakaan) dan yang sangat strategis adalah dalam rangka penguatan 4 pilar kekuatan nasional bangsa Indonesia ;
- Penguatan Ekonomi, meskipun puncak Hari besar umat muslim ini hanya terjadi setiap tahun, namun bersifat konstan, bagaimana pemerintah mengelola managerial untuk mendorong terciptanya berputarnya roda ekonomi bagi seluruh masyarakat, khususnya ekonomi kerakyatan (minimal terdapat 6 potensi).
- Penguatan Budaya, bulan ramadhan dan budaya mudik bagi bangsa Indonesia khususnya umat islam yang keberadaannya k/l 80% dari jumlah penduduk , merupakan potensi yang besar dalam memperkuat karakter kebangsaan , karena merupakan aktualisasi dari nilai-nilai praksis Pancasila. Mobilitas penduduk antar kota antar Kab/Kota antar Provinsi dan antar pulau meningkat, sehingga semakin memperkuat keyakinan bangsa Indonesia atas kebenaran Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Ideologi Pancasila bagi bangsa Indonesia. Bagaimana upaya-upaya pemerintah mengelola menjadi suatu potensi kekuatan yang menjadi perisai dalam menangkal budaya asing yang telah mengacaukan masyarakat dan generasi muda.
- Penguatan kesadaran politik masyarakat, syahdan istilah Halal Bi Halal muncul pada zamannya Bung Karno, ketika pemerintah menginginkan adanya rekonsialiasi kekuatan-kekuatan politik nasional menjadi satu kesatuan yang utuh dengan komitmen memperkuat pemerintahan dan pencapaian tujuan nasionalnya, sehingga dapat mereduksi ambisi untuk berkuasa dari masing masing kelompok. (dapat terjadi mungkin karena kuatnya para pejuang memahami nilai-nilai Pancasila khususnya Ketuhanan Y.M.E).
- Keamanan dan Ketertiban, yang bertumpu pada kekuatan TNI dan POLRI , selama ini menjadi pilar yang paling solid diantara 3 pilar lainnya, meskipun POLRI mengalami keguncangan pada akhir-akhir ini, namun keseriusan untuk berbenah diri dan berdampingan dengan TNI yang solid akan menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia. Eksistensinya telah dirasakan dalam bentuk pelayanan kepada seluruh penduduk negeri,selama menjalankan ibadah puasa sampai dengan pasca lebaran dan seterusnya.
Bertumpu penguatan managerial pada 4 pilar kekuatan nasional inilah diharapkan , Bangsa Indonesia akan mampu menjaga dan menjalankan 4 pilar Negara/Bangsa yang menjadi konsensus nasional yakni Pancasila, UUD-1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika secara konsekwen dan konsisten, sehingga kedepan para pemangku amanah rakyat mampu mengamalkan nilai-nilai kebangsaan menjadi sebuah kekuatan moral dalam menjalankan amanahnya dan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar di Asia Tenggara maupun Dunia. AllohuAkbar 3x walillahilham
Surabaya, September , jukok wordpress.com