<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jukok&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://jukok.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jukok.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 14:18:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jukok.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/005bb3bb1ed9049eaccd7ae56c42f3c9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Jukok&#039;s Weblog</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jukok.wordpress.com/osd.xml" title="Jukok&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jukok.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BEKUK (BENANG KUSUT KORUPSI)</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2011/10/09/bekuk/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2011/10/09/bekuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 13:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Sampai hari ini entah berapa orang yang telah dipenjara karena  melakukan Korupsi, tapi mengapa korupsi masih terus berjalan, yang menarik pelakunya adalah oknum pejabat /penyelenggara Negara / pemerintahan dan para pengusaha yang terkait dengan kontrak proyek pemerintahan. Secara logika dan manusiawi , dapat dipastikan tak ada seorangpun yang mau hidupnya dihinakan, dipenjara dan menjadi tontonan &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2011/10/09/bekuk/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=84&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p>Sampai hari ini entah berapa orang yang telah dipenjara karena  melakukan Korupsi, tapi mengapa korupsi masih terus berjalan, yang menarik pelakunya adalah oknum pejabat /penyelenggara Negara / pemerintahan dan para pengusaha yang terkait dengan kontrak proyek pemerintahan.</p>
<p>Secara logika dan manusiawi , dapat dipastikan tak ada seorangpun yang mau hidupnya dihinakan, dipenjara dan menjadi tontonan seluruh masyarakat Indonesia, sehingga keluarga yang tidak berdosa ikut menanggung malu / hancur. ,dan dampak dari semua itu Indonesia dikenal sebagai salah satu Negara korup di Asia dan Dunia bahkan berada di ranking 6 dunia itu data TII 5 tahun yang lalu, apakah ranking Indonesia sebagai Negara terkorup menurun ? namun faktanya semakin menyebar pada tiap tingkatan pemerintahan. APA MENGAPA DAN BAGAIMANA.Korupsi dapat terjadi di berbagai lembaga pemerintahan / Negara.</p>
<p>KORUPSI  dalam kamus berarti perbuatan curang, tidak jujur, yang dapat di;lakukan oleh semua orang , dampak dari perbuatan buruk ini dapat membuat banyak orang dirugikan , dalam persepektif hukum dijelaskan dalam pasal-pasal UU No.31/1999 jo UU No 20/2001 ttg tindak pidana korupsi yang dirumuskan kedalam 30 bentuk / jenis tindak pidana korupsi (30 pasal) dan dikelompokan menjadi 7 (tujuh) bagian sbb ;</p>
<ol>
<li>Kerugian keuangan Negara.</li>
<li>Suap menyuap</li>
<li>Penggelapan dalam jabatan</li>
<li>Pemerasan</li>
<li>Perbuatan curang</li>
<li>Benturan kepentingan dalam pengadaan.</li>
<li>Grafitasi.</li>
</ol>
<p>Selain dari 7 kelompok tersebut masih ada tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana sbb ;</p>
<ol>
<li>Saksi yang membuka identitas pelapor.</li>
<li>Tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu.</li>
<li>Merintangi proses pemeriksaan perkara korupsi.</li>
<li>Saksi /ahli yang tidak member keterangan atau memberi keterangan palsu.</li>
<li>Orang yang memegang rahasia jabatan tidak memberi keterangan atau memberi keterangan palsu.</li>
<li>Bank yang tidak memberikan keterangan rekening tersangka.</li>
</ol>
<p>Semua peraturan-perundangan itu dibuat oleh Pemerintah/Eksutif dan Dewan /Legialatif, <em>TAPI MENGAPA DIBUAT SENDIRI , DILANGGAR SENDIRI,DIRIBUTKAN SENDIRI</em>, MENGAPA ? kemudian menjadi tontonan public sehingga masyarakat menjadi mengerti, lebih dari perkiraan pejabat itu sendiri. Sebenarnya inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat.</p>
<p>Menurut pendapat dari kelompok FGD karupsi terjadi karena <strong>adanya niat dan kesempatan</strong> , <strong><em>Kesempatan</em></strong> telah diantisaspi dengan berbagai kebijakan pemerintah yang meliputi peraturan perundangan system pengawasan dengan seperangkat alat canggih. Sedangkan  <strong><em>Niat  </em>, </strong>berkaitan dengan hati, nilai, karakter atau akhlaq.</p>
<p>Di Malaysia pencegahan dilakukan penekanan pada kultur,etika, moral/akhlaq, 60% dan pendekatan hukum 40%.</p>
<p>Di China melalui pendekatan Hukum yang berat yakni hukuman mati, dan kosistensi dalam penerapannya terhadap para koruptor, sehingga menimbulkan shock therapy bagi para pelakunya.</p>
<p>Di Indonesia lebih mirip dengan Malaysia, hanya prosentasenya yang terbalik , lebih banyak pada pendekatan hukum ketimbang kultur, karena tingkatan korupsinya lebih kronik .</p>
<p>Fakta – fakta yang menjadi korban kejahatan luar biasa ini adalah  oknum pejabat / penyelenggara Negara/pemerintahan/DPR dan pengusaha yang terkait dengan kontrak proyek pemerintahan yang menjadi pelaku utamanya, dan secara individual mereka faham aturannya. tapi mengapa mereka masih melakukannya,<strong> </strong></p>
<p>Jika dicermati dari fakta/kejadian , individu /oknum yang termasuk kelompok rawan menjadi  <strong><em>pelaku ada 5 golongan besar</em></strong>  ;</p>
<ol>
<li><strong><em>Oknum</em></strong> anggota DPR, ini semua anggota masyarakat tahu bagaimana proses menjadi anggota Dewan , dan bagaimana kaitannya dengan Parpolnya, disitulah benang kusutnya, ini bisa saja  terkait dengan <em>systemnya</em> bukan hanya pada factor NIAT dan KESEMPATAN belaka.</li>
<li><strong><em>Oknum</em></strong> Pejabat/pemerintahan, mirip dengan anggota Dewan , bagaimana proses menjadi seorang pejabat, semua masyarakat hafal sekali, disitulah juga benihnya tumbuh.</li>
<li>Penyelenggara Negara /Penegak Hukum, <strong><em>Oknum</em></strong> anggota POLRI, Hakim, Jaksa, merupakan imbas dari benang kusut korupsi, sehingga banyak terpleset dalam masalah gratifikasi dan penggelapan dalam jabatan</li>
<li><strong><em>Oknum</em></strong> PNS/ pejabat pengawas /pemegang kas, tentu saja yang mempunyai jabatan tertentu, mirif dengan nomor 2 , hanya perannya yang berbeda  mereka dari unsure bawahan / staf.</li>
<li><strong><em>Oknum</em></strong> Pengusaha dalam upaya memenangkan tender dari Pemerintah, mungkin sesama pengusaha / kontraktor sudah sangat faham sekali, ini lebih banyak  yang mensiati system yang ada, untuk mengimbangi perilaku oknum 4 kelompok perilaku utama tersebut.</li>
</ol>
<p>Oknum  5  kelompok besar yang menjadi pelaku utama Korupsi Keuangan Negara melalui dana APBN/APBD<strong><em>, prosesnya dapat berjalan</em></strong> sbb ;</p>
<p>Jika factor yang menjadi pendorong <strong><em>utama</em></strong>nya adalah <strong><em>NIAT</em></strong> maka lahirnya dari karakter/moral akhlaq masing-masing individu, sehingga prosesnya strategi dan aplikasinya sudah dapat ditebak oleh masyarakat, yakni <strong><em>dimulai sejak PERENCANAAN sampai dalam Proses PENYUSUNAN / PERUMUSAN APBN/APBD</em></strong>, caranya ? fakta-fakta kejadian / kasus sudah dipahami oleh publik sehingga menjadi rahasia umum, hanya masyarakat diam, karena bau busuk pasti tercium dari berbagai sumber, sehingga   kediaman masyarakat kecil jangan diartikan tidak tahu. <strong><em>yang Kedua</em></strong> jika yang menjadi factor pendorong adalah <strong><em>KESEMPATAN</em></strong> ,maka kaitannya dengan peraturan – perundangan (hukum), meskipun peraturannya sudah rigit , tentu saja masih ada peluangnya , maka strategi dan aplikasinya adalah mensiasati peraturan perundangan dan melakukan perbuatan grafitasi kepada oknum penegak  hukumnya/pengawas,. inipun sudah menjadi rahasia umum. <strong><em>Ketiga</em></strong>, <strong><em>SYSTEM</em></strong> Politik/Pemerintahan , pemahaman  Kebhinekaan dan HAM  identik dengan penyaluran aspirasi melalui bedirinya banyak PARPOL , dimana secara kelembagaan PARPOL ini  secara kasat mata dan logika umum, banyak membutuhkan dana dalam aktivitasnya, sehingga telah menjadi rahasia umum (fakta-fakta kasus) diketahui dana parpol sebagian berasal dana APBN / APBD namun tentu saja tidak mencukupi, sehingga dalam memenuhinya, banyak menimbulkan kerawanan baik melalui Proyek pemerintah maupun kewajiban oknum anggota Dewan terhadap Parpolnya, sehingga potensi terjadinya deal-deal dalam penyusunan APBN  dan APBD yang diributkan saat ini sebenarnya telah menjadi rahasia umum, dan sebagian masyarakat memahami sebagai biang keroknya korupsi. sehingga munculnya permasalahan antara KPK dan BANGGAR di Lembaga Legislatif, itu merupakan HIKMAH, karena mungkin akan berimbas di dalam penyusunan APBD juga akan lebih baik, Perselisihan tersebut  janganlah dianggap sebagai pencitraan/pencemaran. Apalagi sampai ada ancam mengancam  antar Oknum penyelenggara Negara serta melempar wakana untuk pembubaran KPK, ini menjadi sangat membingungkan dan sekaligus mencemaskan public.  .</p>
<p><strong><em>Kesmipulannya Korupsi  sulit diberantas jika 3 factor utama tersebut belum dapat ditemukan solusi penyelesaiannya, bahkan yang terjadi bukan gerakan ANTI KORUPSI</em><em>, melainkana ANTRI KORUPSI</em> <em>setelah menjabat. </em></strong>.</p>
<p><strong><em>Menurut Jucok ada beberapa solusi dan saran yang dapat meluruskan benang kusut Korupsi, paling tidak dapat menjadi bahan / inspirasi bagi pemegang amanah rakyat. a, l sbb </em></strong>:</p>
<p><strong><em>Refressif : </em></strong></p>
<ol>
<li>Memperkuat eksistensi dan Kinerja KPK serta Penegak Hukum lainnya (, Hakim, Jaksa dan POLRI) dan BPK, dengan melakukan control dan evaluasi terus menerus khususnya oleh  Kepala Negara/Pemerintahan dan rakyat.</li>
<li>Memberi  hukuman tambahan apabila para penegak hukum itu terlibat korupsi, melebihi pelaku dari oknum yang lain.</li>
<li>Kosistensi dalam penegakan hukum. serta dapat diberlakukan proses pembuktian terbalik bagi terdakwa.</li>
<li>Remisi hukuman tetap berlaku bagi koruptor apabila berperilaku baik selama menjalankan hukuman pisik.</li>
<li>Hukuman ganti rugi dan kurungan , perlu ditambah dengan <strong><em>sanksi social, yakni kerja bhakti social dengan membersihkan sampah bersama orang-orang kecil (pasukan kuning), sehingga tidak perlu dihukum mati seperti di China.</em></strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Preventif :</em></strong></p>
<ol>
<li>Revitalisasi nilai-nilai Kebangsaan (Pancasila,Wasbang, Nasionalisme) melalui 3 jalur ; ( Edukasi, Sosialisasi kebijakan dan Keteladanan ), bukan hanya wakana-wakana melalui seminar yang tidak ada endingnya.</li>
<li>Reformasi total Birokrasi, termasuk evaluasi SDM, tugas dan fungsi serta urgensi eksistensi kelembagaannya,(dikecilkan / dibesarkan / dihafus / dibentuk lembaga baru sesuai kebutuhan lingkungan strategisnya)  karena dari sini munculnya inspirasi dan aplikasi sumber korupsi,</li>
<li>Menyempurnakan Perencanaan Pembangunan ( Mekanisme, Control dan evaluasi), dari berbagai kasus yang terjadi hampir semua proyek pisik dan non pisik berawal dari perencanaan yang kurang baik, bahkan tidak professional, mungkin manajemen yang setengah-setengah dan tidak konsisten.</li>
<li>Reevaluasi terhadap System Politik dan Pemerintahan dalam pelaksanaan demokratisasi, karena telah menimbulkan dampak menyebarnya prilaku korup.</li>
<li>Fungsi Parpol sebagai rekrutmen politik, cukup diperankan sampai seseorang dapat menyalurkan bakatnya, setelah ybs telah menjadi pejabat atau anggota dewan mereka bukan lagi anggota parpol, tapi sudah milik Negara/rakyat. (terputus  secara organisatoris dengan induk parpolnya).</li>
<li>Batasi inport barang-barang mewah, agar para pejabat / anggota dewan / rakyat tidak terdorong untuk menjadi pengagum / membanggakan produk bangsa asing.</li>
<li>Batasi pengadaan kendaraan dinas (hanya  untuk jabatan strategis saja) dan melelang kendaraan dinas lama karena dapat menjadi bagian yang tidak efisien dan efektif.</li>
<li>Pemakaian kendaraan sewa untuk kepentingan dinas, perlu dilakukan karena lebih efisien dan efektif , serta dapat menghidupkan usaha-usaha rakyat.</li>
<li>Mensosialisasikan masalah tipikor kepada seluruh penyelenggara Negara/pemerintahan untuk dipatuhi bukan untuk disiati/dilanggar, jika diperlukan dapat disisipkan diberbagai bidang kegiatan  termasuk dibidang keagamaan.</li>
</ol>
<p>Secara tehnis para Birokrat / penyelenggara negara  lebih paham dan tahu permasalahan dan pemecahannya namun tidak <strong><em>sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan atau memang  membiarkannya untuk memancing diair keruh. Wallohu a’lam,</em></strong></p>
<p><strong><em>Mungkin mulai saat ini  semua pejabat /penyelenggara negara yang peduli dengan kondisi kebangsaan , perlu mengadakan gerakan mengenal diri pribadi dulu secara jujur, sebelum mengenal anggota keluarga, tetangga , masyarakat, lingkungan kerja dan bangsa , sudahkah mampu menjadikan diri sebagai teladan yang baik bagi mereka.</em></strong> ? semua harus yakin, Bisa , bangkitlah Indonesiaku.(Jucok, wordpress.com, Oktober 2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=84&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2011/10/09/bekuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAHIR PPKN</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2011/09/06/mahir-ppkn/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2011/09/06/mahir-ppkn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 11:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[MAHIR PPKN (Memaknai Hikmah Ramadhan untuk Penguatan Pilar Kekuatan Nasional) ALLOHU AKBAR 3X …….. suara takbir bergema dari Masjid2 dan surau2 di seluruh pelosok negeri, sebagai pertanda bahwa bulan penuh rachmat dan maghfiroh telah berakhir, malam seribu bulan telah berlalu , tiada seorangpun yang tahu kecuali atas ijinNya. “Puasa itu milikku dan Akulah yang akan &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2011/09/06/mahir-ppkn/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=79&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>MAHIR PPKN</strong><br />
<strong> (Memaknai Hikmah Ramadhan untuk Penguatan Pilar Kekuatan Nasional)</strong></p>
<p style="text-align:left;">ALLOHU AKBAR 3X …….. suara takbir bergema dari Masjid2 dan surau2 di seluruh pelosok negeri, sebagai pertanda bahwa bulan penuh rachmat dan maghfiroh telah berakhir, malam seribu bulan telah berlalu , tiada seorangpun yang tahu kecuali atas ijinNya. “Puasa itu milikku dan Akulah yang akan membalasnya kata Alloh” puasa adalah perisai bagi orang muslim , sehingga hanya Rab nya yang tahu terhadap tingkatan atau kualitas puasa orang mukmin dan sejauh mana implikasinya kepada diri dan kehidupan masyarakat , wallohu a’lam.</p>
<p style="text-align:left;">Fakta/fenomena yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat umum pada awal ramadhan s/d H+7 setiap Hari Raya Idul Fitri, menunjukan kejadian kejadian sbb ;</p>
<ol>
<li>Meningkatnya kebutuhan masyarakat konsumen pada barang-barang    tertentu, sehingga pasar modern dan tradisionil ramai dukunjungi konsumen untuk memenuhi kebutuhan puasa maupun persiapan lebaran.</li>
<li>Meningkatnya kesadaran untuk berinfaq, sedekah, zakat mal dan zakat fitrah, dari masyarakat jika difasilitasi tepat sasaran akan menjadi kekuatan untuk menjadi perekat social , karena dapat menghilangkan kecemburuan social guna menutupi lebarnya kesenjangan social ekonomi masyarakat.</li>
<li>Masjid2 dan tempat2 ibadah penuh dengan jamaah yang melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, mulai dari awal puasa sampai dengan sholat Hari Raya Idul Fitri, (peningkatannya hampir 90 %., sehingga dapat menjadi sarana pembinaan akhlaq)</li>
<li>Menjelang dan pasca lebaran terjadi peningkatan mobilitas social, sehingga angkutan umum yang sehari-hari sepi menjadi ramai, bahkan fasilitasnya sampai tidak mampu terlayani dengan baik ;</li>
<li>Menyebarnya semangat hidup (optimisme) dan silaturahmi masyarakat ke penjuru daerah bahkan pelosok desa yang sehari-harinya sepi menjadi ramai karena kedatangan sanak saudaranya yang merantau, sehingga dapat menjadi penguat ikatan persaudaraan dan integrasi social.</li>
<li> Tempat-tempat rekreasi penuh dikunjungi orang yang habis berlebaran sebagai pelepas kejenuhan bekerja dalam satu tahun ,sehingga menjadi tempat hiburan bernilai positif dan bermanfaat terhadap pengembangan ekonomi secara umum.</li>
<li>Kemanan dan ketertiban ditingkatkan oleh pemerintah sebagai bentuk pelayanan kepada seluruh warganya.</li>
<li>THR bagi seluruh karyawan swasta dan negeri juga dipenuhi, sehingga daya beli masyarakat meningkat dan menjadi pendorong bergeraknya perputaran ekonomi.</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Itulah beberapa hikmah bulan ramadhan sebagai salah satu bentuk rahmatan lil alamin kepada seluruh masyarakat Indonesia , istimewanya pada tahun 2011 ini bertepatan dengan bulan Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945 atau 66 tahun yang lalu yang bertepatan dengan bulan ramadhan.<br />
Bagaimanakah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah memaknai hikmah ramadhan tersebut menjadi sebuah kekuatan dengan menimalisir konsekwensi logis misalnya menjaga<strong> K5 ( Keamanan , Ketertiban, Kenyamanan, Kemacetan dan Kecelakaan)</strong> dan yang sangat strategis adalah dalam rangka <strong>penguatan 4 pilar</strong> kekuatan nasional bangsa Indonesia ;</p>
<ol>
<li><strong>Penguatan Ekonomi</strong>, meskipun puncak Hari besar umat muslim ini hanya terjadi setiap tahun, namun bersifat konstan, bagaimana pemerintah mengelola managerial untuk mendorong terciptanya berputarnya roda ekonomi bagi seluruh masyarakat, khususnya ekonomi kerakyatan (minimal terdapat 6 potensi).</li>
<li><strong>Penguatan Budaya</strong>, bulan ramadhan dan budaya mudik bagi bangsa Indonesia khususnya umat islam yang keberadaannya k/l 80% dari jumlah penduduk , merupakan potensi yang besar dalam memperkuat karakter kebangsaan , karena merupakan aktualisasi dari nilai-nilai praksis Pancasila. Mobilitas penduduk antar kota antar Kab/Kota antar Provinsi dan antar pulau meningkat, sehingga semakin memperkuat keyakinan bangsa Indonesia atas kebenaran Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Ideologi Pancasila bagi bangsa Indonesia. Bagaimana upaya-upaya pemerintah mengelola menjadi suatu potensi kekuatan yang <strong>menjadi perisai</strong> dalam menangkal budaya asing yang telah mengacaukan masyarakat dan generasi muda.</li>
<li><strong>Penguatan kesadaran politik masyarakat</strong>, syahdan istilah Halal Bi Halal muncul pada zamannya Bung Karno, ketika pemerintah menginginkan adanya rekonsialiasi kekuatan-kekuatan politik nasional menjadi satu kesatuan yang utuh dengan komitmen memperkuat pemerintahan dan pencapaian tujuan nasionalnya, sehingga dapat mereduksi ambisi untuk berkuasa dari masing masing kelompok. (dapat terjadi mungkin karena kuatnya para pejuang memahami nilai-nilai Pancasila khususnya Ketuhanan Y.M.E).</li>
<li><strong>Keamanan dan Ketertiban, </strong>yang bertumpu pada kekuatan TNI dan POLRI , selama ini menjadi pilar yang paling solid diantara 3 pilar lainnya, meskipun POLRI mengalami keguncangan pada akhir-akhir ini, namun keseriusan untuk berbenah diri dan berdampingan dengan TNI yang solid akan menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia. Eksistensinya telah dirasakan dalam bentuk pelayanan kepada seluruh penduduk negeri,selama menjalankan ibadah puasa sampai dengan pasca lebaran dan seterusnya.</li>
</ol>
<p>Bertumpu penguatan managerial pada 4 pilar kekuatan nasional inilah diharapkan , Bangsa Indonesia akan mampu menjaga dan menjalankan 4 pilar Negara/Bangsa yang menjadi konsensus nasional yakni Pancasila, UUD-1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika secara konsekwen dan konsisten, sehingga kedepan para pemangku amanah rakyat mampu mengamalkan nilai-nilai kebangsaan menjadi sebuah kekuatan moral dalam menjalankan amanahnya dan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar di Asia Tenggara maupun Dunia. <strong>AllohuAkbar 3x walillahilham</strong></p>
<p>Surabaya, September , jukok wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=79&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2011/09/06/mahir-ppkn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NIKE.</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2011/06/19/nike/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2011/06/19/nike/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 08:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Istilah NIKE disini bukan merk produk olahraga terkenal , tapi kepanjangan dari kata “nilai” dan “kejujuran”  karena pada era reformasi dan era tanpa batas seakan NIKE telah  menjadi barang langka dalam kehidupan. Nilai dapat diartikan sebagai harga (value), angka, skor, mutu, kwalitas, sifat-sifat yang penting bagi kemanusiaan, nilai bersifat abstrak, sedangkan “jujur” adalah tulus hati, &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2011/06/19/nike/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=77&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 530px"><a href="http://i54.tinypic.com/wb2beq.jpg"><img title="lambang kejujuran" src="http://i54.tinypic.com/wb2beq.jpg" alt="lambang kejujuran" width="520" height="348" /></a><p class="wp-caption-text">lambang kejujuran</p></div>
<p>Istilah NIKE disini bukan merk produk olahraga terkenal , tapi kepanjangan dari kata “nilai” dan “kejujuran”  karena pada era reformasi dan era tanpa batas seakan NIKE telah  menjadi barang langka dalam kehidupan.</p>
<p>Nilai dapat diartikan sebagai harga (value), angka, skor, mutu, kwalitas, sifat-sifat yang penting bagi kemanusiaan, nilai bersifat abstrak, sedangkan “jujur” adalah tulus hati, tidak curang, “kejujuran” berarti” ketulusan hati, kelurusan hati, merupakan sifat-sifat manusiawi yang mempunyai nilai tinggi bagi kehidupan masyarakat. Sebenarnya “Nike”  merupakan produk lama dari nilai kemanusiaan , tapi karena aktualisasinya  mulai langka dalam kehidupan bermasyarakat mungkin juga dalam  berbangsa, begitu muncul kepermukaan masyarakat menjadi gempar atau “gumun” kata orang jawa, misalnya peristiwa contek unas  oleh siswa-siswa SDN II Gadel  di Surabaya dan SDN 06 Pesanggrahan Jakarta Selatan.</p>
<p>Ada fenomena menarik dalam masalah contek unas pada lembaga pendidikan ini, karena di salah satu SMA Surabaya pernah ada uji coba aktualisasi nilai  kejujuran, dengan mendirikan “Warung Kejujuran” ternyata tidak sukses, namun masyarakat tidak gempar.  Yang membuat sensasi pada contek unas kali ini karena peristiwanya  dilakukan secara sistemik yang melibatkan guru  pada saat ujian nasional, dan berlanjut pada terlibatnya para orang tua siswa, sehingga mencuat menjadi berita nasional karena menimbulkan konflik antar orang tua siswa. Opini public  yang berkembang di media  sangat menarik setiap orang untuk berkomentar intinya “   bahwa <strong><em>seolah-olah NIKE ini sudah sangat langka di Negeri ini “ atau setiap orang yang berperilaku jujur akan hancur “ dst.</em></strong></p>
<p>Opini public tersebut menjadi besar <strong><em>(Big News)</em></strong> , karena momentumnya tepat dikala kondisi sebagian masyarakat, Aparat Pemerintahan, Parpol  sangat memperihatinkan.</p>
<p>Padahal hakekatnya masalah “Nike” ini merupakan jatidiri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius, yang dicerminkan  pada sila pertama dalam Pancasila dan implemntasinya dilaksanakan sesuai aqidah masing-masing agamanya  antara lain:</p>
<ol>
<li>Nike merupakan salah satu hasil dari pembangunan karakter  <em>(</em><em>Character</em><em> </em><em>B</em><em>uilding)</em> bagi orang mukmin dalam menjalankan ibadah puasa wajib pada setiap tahun di bulan Ramadhan, yang mengandung nilai kejujuran, kesabaran, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, kemudian setelah lulus mendapat sertifikat fitrah (suci),dan aktualisasinya akan terlihat  dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara.</li>
<li> “Nike” dapat muncul dari segala aspek kehidupan, bisa datang dari lorong-lorong hati sempit dan gelap karena NIKE berhempitan dengan “ketidak tulusan, ketidak terpujian, kemunafikan, keegoan, kesombongan, keterpaksaan dan sebagainya, nilai-nilai itu bagaikan 2(dua) sisi keeping uang logam yang tidak dibatasi ruang.</li>
</ol>
<p>Believe it or not , sir.?</p>
<p>Illustrasinya sbb :</p>
<ol>
<li>Jalan ceritanya mirif dengan contek SDN II Gadel Surabaya,Pada  masa lalu, pernah dikenal suatu keluarga terhormat karena kaya dan pintar juga religius, putra-puterinya di sekolahnya dikenal sebagai murid yang cerdas, dan selalu memperoleh ranking pertama sehingga anak dan keluarganya banyak dikenal oleh kalangan guru dan masyarakat lingkungannya sebagai keluarga dan pintar, Keterpandangan itu membuat menjadi suatu kebanggaan.</li>
</ol>
<p>Pada saat ujian akhir, atau Unas sekarang, ada berita burung oknum  guru telah memberikan lembar jawaban pada siswa-siswanya, hal tersebut sangat merisaukan hati si ibu, karena dikawatirkan anaknya tidak lagi dapat ranking dan nilainya bisa kalah dari teman-temannya, dia akan  malu karena sudah terlanjur ceritera di arena ibu- ibu wali murid,  bahwa puteranya itu memang pintar dan akan masuk sekolah unggulan tanpa tes. sehingga dia protes pada guru-guru bahwa telah terjadi  kebocoran soal ujian, usut punya usut ternyata hanya rumor.</p>
<p>Disnilah konteks NIKE atau munculnya Nike  dari si ibu karena didorong oleh rasa kebanggaan berlebihan  karena  ingin menjadi yang terbaik di masyarakat, bukan lagi muncul dari kepedulian social yang lahir dari  ketulusan dan keichlasan hati  sebagai implikasi  dari nilai religius.</p>
<p>II.    Konteks yang lain ketika orang terhormat telah terjerat kasus yang mengancam kehormatannya , muncullah “Nike” nya karena dipaksa oleh alat-alat bukti awal yang meyakinkan , sehingga tidak mampu lagi menyimpan / menjaga rahasia(aib) diri dan lingkungannya .</p>
<p>III.   Nike muncul karena alat / mesin  , seseorang  terpaksa jujur karena absensi masuk menggunakan mesin sidik jari, sehingga tingkat  kehadirannya dalam suatu forum sulit dibantah lagi, dsb.</p>
<p>Fenomena yang menarik pada era kompleksitas ini  adalah    ;</p>
<ol>
<li>Sikap masyarakat yang responsip, namun belum terbiasa dengan perilaku cek and recek, sehingga bernilai instan artinya <em>banyak orang tahu tapi sebenarnya tidak tahu , kata orang jawa gumunan dan  kagetan </em>yang dapat bermakna mudah terpesona , kagum, mengidola sesuatu tanpa menilainya dengan baik, karena sumber nilai – nilai atau jatidirnya yang luhur tergusur arus global, sehingga cenderung menghasilkan budaya instan dan hibryd  <em> ; </em></li>
<li>Ada kecenderungan sifat bangga berkomentar pada sebagian masyarakat, seakan jika sudah berani bicara  keras, tajam, membuktikan , meyakinkan public, semuanya menjadi selesai dan telah menjadi pahlawan rakyat dan kebenaran, namun justeru rakyat menjadi penonton yang kebingungan.</li>
<li>Sudah memudarnya nilai-nilai  Ketuhanan, terdesak oleh nilai materialistic dan kehidupan yang penuh paradox, misalnya “ Barang siapa yang menutup aib sesama muslim, <strong><em>Alkhalik </em></strong>akan menutup aibnya di akherat. Bukan berarti kebenaran tidak dapat ditegakan , namun justeru aneka komentar itu yang kadang kala telah membentuk opini public yang dapat menggeser hakekat kebenaran itu sendiri.</li>
</ol>
<p>Bayangkan jika setiap ada peristiwa, tiap individu (kaum intelektual) tak terkendalikan dan semuanya ingin bicara dalam berbagai kesempatan baik melalui media tv, radio dsb, memang  eranya kebebasan berpendapat karena  menjadi bagian dari  HAM.</p>
<p>Kata Bachtiar <em>“Diam adalah pengalaman langsung dalam berlaku adil “</em> , Nilai-nilai religius  ketimuran menekankan “<em>Lebih baik diam jika tidak mampu berkata baik</em>,” dan bahkan nilai kearipan Barat (Eropah) mengartikan <em>Diam,sebagai tidak saling menjajah</em>, atau Diam berarti berbincang dengan baik dan tidak salah paham, sehingga dapat menghasilkan faham yang moderat , jalan tengah. Diam tidak berarti yang dapat berkata baik tidak boleh bicara, namun konteksnya adalah manfaat langsung dari setiap penyelesaian masalah karena sudah menjadi bidang tugasnya.</p>
<p>Secara empiric bahwa penonton lebih pintar berkomentar dari sang pemain , karena wawasannya seperti memandang pegunungan dari jauh yang indah, sejuk dan menyenangkan namun lain lagi bagi sang pendaki gunung, sehingga pendapat yang baik dari penonton, tidak perlu ditanggapi dengan statmen / komentar, melainkan akan menjadi bahan konsep kebijakan yang lebih baik dan bermanfaat bagi semuanya.</p>
<p>Penyelesaian Konflik contekan Unas di Jatim oleh Pak Menteri Diknas mungkin jalan yang terbaik dan realistis, karena tidak perlu merasa ada yang dipermalukan, sudah saatnya semua pihak kembali kepada nilai-nilai kebangsaan Indonesia.</p>
<p><strong>Kesimpulannya</strong> bahwa hakekat NIKE ada pada setiap orang, maka dari itu  mulailah dari diri sendiri , sebelum menganjurkan orang lain , Jangan keburu mengganggap beriman (baik), sebelum Tuhan mengujinya. Eksistensi “Nike” perlu dukungan nilai kebersamaan dari seluruh komponen bangsa agar “Nike” ter-Implementasi dalam berbagai aspek kehidupan sehingga perlu adanya gerakan revitalisasi penguatan budaya luhur bangsa</p>
<p><strong>Saran</strong> , untuk masalah pendidikan :</p>
<ol>
<li>Sudah saatnya masalah UNAS  dirumuskan kembali secara konphrenship melalui sudut pandang yang berbeda, agar dapat mengakomodir berbagai kepentingan daerah, khususnya untuk tingkat dasar / wajib belajar sembilan tahun.</li>
<li>Perlu adanya kebijakan materi pembangunan karakter (jatidiri bangsa) beradasarkan 4 (empat) pilar kebangsaan, yang masuk dalam kurikulum pada setiap jenjang pendidikan, baik dalam bentuk penilaian akademik maupun perilaku.</li>
<li>Perlu adanya evaluasi ulang terhadap materi PKN agar dapat bersinergi dengan materi Agama khususnya pada penguatan akhlaq dalam konsteksnya dengan Semangat Bela Negara (Nasionalisme) dan Cinta tanah air (patriotic)</li>
<li>Perlu adanya pemetaan jumlah penduduk, wilayah tinggalnya dan potensi sumber daya alamnya ,serta pluralitasnya, minimal dapat dijadikan bahan kebijakan dalam menata pendidikan yang sinergi antara pertumbuhan penduduk (SDM) dan potensi alamnya (SDA) penguatan nilai lokalnya, karena mungkin bermanfaat untuk kebutuhan lapangan kerja dan keahlian yang dibutuhkan pada suatu daerah dan sekaligus mengendalikan dan memotivasi Para Petinggi Pendidikan di daerah agar tidak membuka Sekolah baru /Fakultas atau jurusan yang tidak populer didaerahnya.</li>
<li>Diharapkan pemecahan masalah pendidikan bangsa tidak hanya dilakukan dari sudut pandang bidang pendidikan belaka, karena maksud dan tujuannya terkait dengan bidang ekonomi, tenaga kerja  dsb, sehingga orientasinya juga pada peningkatan indek pembangunan manusianya (HDI), yang dapat melahirkan generasi yang cerdas, beriman dan kreatif dalam memecahkan problem kebangsaan dan cita-cita nasionalnya.</li>
<li>Hasil dialog dengan perwakilan Mahasiswa, Menwa, BEM, siswa SMAN/Swasta/SMKK/Ponpes pada 4 Korwil Jatim, ketika ditanya Pekerjaan yang disukai setelah lulus, jawaban tertinggi berwira usaha, baru PNS diurutan kedua, tinggal bagaimana sinergi kebijakan pemerintah , khususnya kelembagaan yang membidangi.  Semoga Yang Maha Kuasa memberi kekuatan dan perlindungan kepada orang-orang yang selalu ingin berbuat kebajikan terhdap bangsanya. Amin…………</li>
</ol>
<p>Surabaya,  Juni 2011</p>
<p>Jucok word press com.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=77&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2011/06/19/nike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i54.tinypic.com/wb2beq.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lambang kejujuran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTEM  CAKGUES   ( ANTARA SISTEM DAN PUNCAK GUNUNG ES.)</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2011/02/20/antem-cakgues-antara-sistem-dan-puncak-gunung-es/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2011/02/20/antem-cakgues-antara-sistem-dan-puncak-gunung-es/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 08:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Sistem versi kamus adalah metode, cara yang teratur untuk melakukan sesuatu, dapat pula dimaknai dengan hubungan antar simpul-simpul (subsistem) yang berlainan fungsi namun  satu sama lain berkaitan, jika  digerakan oleh suatu power  akan menjadi satu kesatuan gerakan yang sinergi  , sehingga menghasilkan Goal. Puncak gunung es , merupakan kalimat perumpaman, dalam menyelesaikan konflik/permasalahan yang terjadi &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2011/02/20/antem-cakgues-antara-sistem-dan-puncak-gunung-es/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=73&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Sistem</span></em></strong><strong> </strong>versi kamus adalah metode, cara yang teratur untuk melakukan sesuatu, dapat pula dimaknai dengan hubungan antar simpul-simpul (subsistem) yang berlainan fungsi namun  satu sama lain berkaitan, jika  digerakan oleh suatu power  akan menjadi satu kesatuan gerakan yang sinergi  , sehingga menghasilkan Goal.</p>
<p><strong><em>Puncak gunung es</em></strong><strong> </strong><strong>, </strong>merupakan kalimat perumpaman, dalam menyelesaikan konflik/permasalahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara, dimana es yang mudah dilihat membeku dan  mencair adalah es yang berada di puncak gunung.</p>
<p><strong>Kaitan antara System dengan puncak gunung es</strong>, illustrasinya terjadi ketika sebuah system tidak mampu lagi menggerakan susbsistemnya, sehingga powernya (kekuatannya / penggeraknya tidak mampu sampai ke akar masalah / akar  rumput) maka yang terjadi  adalah sebuah penggumpalan / pencaiaran hanya terjadi diwilayah puncaknya atau maksimal di simpul2nya/subsistemnya, sehingga public menamai dengan puncak gunung es. Illustrasi ini dapat dijumpai diberbagai problem kehidupan masyarakat.</p>
<p><strong>BELIEVE IT OR NOT</strong> , dapat diambil salah satu sample yang paling actual antara lain ;</p>
<p>Menjadi Bangsa Indonesia merupakan pilihan dan kesepahaman bersama sebagai refleksi  dari kesamaaan cita-cita yang akan dicapai dengan  diperkuat Ikrar / sumpah bersama dan memproklamirkan keseluruh dunia sebagai wujud eksistensinya. Karena Bangsa ini pernah hidup dialam penjajahan bangsa lain selama 350 tahun, maka dirumuskanlah cita-cita yang paling urgen yakni   “M<strong><em><span style="text-decoration:underline;">erwujudkan kesejahteraan umum dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia (Goal).</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Varible pertama “kesejahteraan umum dan keadilan social dan vaiable bagi seluruh rakyat Indonesia “ </span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Kesejahteraan umum dapat diukur</span></em></strong> dengan Standard minimal  kesejahteran  yang dipakai pemerintah melalui  3 (tiga) bidang yakni (1) Kesehatan ( 2).  cukup sandang pangan dan papan (sumber penghasilan/pekerjaan) dan (3). Pendidikan ( inteletual , ahlaq dan moral)  , sehingga program prioritas pemerintah, minimal mempunyai Tri program prioritas ( KSP3) atau dikenal pelayanan dasar/urusan pemerintahan wajib atau Jika dirumuskan model pendekatan kesejahteraan (the welfare approach) pemerintahan mempunyai indicator L(1) tercukupinya pangan,sandang dan papan (sumber penghasilan) (2) pelayanan kesehatan (3) kemampuan baca tulis(pendidikan) ditambah (4) jaminan kesejahteraan hidup (5) mendapatkan kesempatan /akses terhadap ilmu pengetahuan(6) penghasilan yang cukup (7) mempunyai akses aktualisasi diri (kesempatan berprestasi karena aman dan tentram).</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Keadilan social yang bersifat abstrak</span></strong><strong>, </strong>namun sangat didambakan oleh setiap individu dan lapirsan masyarakat karena aktualisasinya / wujudnya dapat menentramkan kehidupan, Para pakar filsafat melukiskan keadilan bagaikan pendulum jam yang terus bergerak kekanan dan kiri untuk menggerakan jarum jam kehidupan, apabila pendulum itu mati, matilah jarum kehidupan,meskipun pada  hakekatnya keadilan hanya milikNya.<strong> </strong></p>
<p>Betapa urgennya keadilan itu dalam kehidupan masyarakat, karena makmur tanpa keadilan akan kehilangan makna kehidupan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Bagi seluruh rakyat Indonesia</span></strong><strong>, </strong></p>
<p>Secara georafis luas wilayah NKRI (<em>k/l)</em> 3.977 Mil terdiri dari daratan 1.922.570 km2 terdiri dari 17.504 pulau-pulau yang bepenghuni dan (<em>k/l)</em> 6.000 pulau tidak berpenguni dan lautan  3.257.483 km2 dengan jumlah penduduk (rakyat) Indonesia versi Sensus penduduk 2010 sebanyak 237.556.363 terdiri dari laki =119.507.580 jiwa dan perempuan =118.048.783 jiwa yang berdiam pada 7 pulau besar , (P. Jawa = 58%, P. Sumatera = 21%,  P.Sulawesi = 7%, P.Kalimantan = 6%, P.Bali dan Nusatenggara = 6%, P. Maluku =  5 % dan P.Papua =  3%).</p>
<p>Permasalahan yang takkan pernah selesai  adalah , Bagaimana membagi / mendistribusikan  Kesejahteraan / kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia (inilah yang kata filsof sebagai jarum kehidupan yang selamanya takan pernah mati, kecualinya batas  akhir yang telah ditentukan PemilikNya).<strong> </strong></p>
<p><strong>Alat / Sarana yang dipakai (Instrumen)</strong></p>
<p>S<strong>ystem </strong>merupakan seperangkat instrument yang meliputi Kelembagaan, aturan hukum dan SDM sebagai motor penggeraknya, sehingga terbentuklah yang namanya susunan pemerintahan , Pusat, Provinsi dan Kabupaten / Kota , inilah yang menjadi simpul (subsistem), Setiap subsistem mempunyai fungsi masing-masing yang diatur melalui peraturan perundangan, sehingga dibuatlah pembagian urusan , mulai dari yang sifatnya wajib sampai kepada pilihan. Sistem tersebut dikenal dengan Desentralisasi pemerintahan melalui Otonomi Daerah. Terdapat 31 (tigapuluhsatu) urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar susunan pemerintahan,dimana variable kesejahteraan dibrekdown menjadi beberapa indicator, sehingga konsekwensinya systemnya harus sempurna atau aliran antar sector harus sinergi, agar tidak terjadi penggumpalan pada subsistemnya sehingga timbul zone perang pada puncak gunung esnya yakni perang pernyataan keberhasilan , yang dapat <strong><em>diserang oleh masyarakat tertentu</em></strong><em> <strong>sebagai kebohongan public. </strong></em></p>
<p>Pada pemerintah pusat terdapat 34 Kementerian yang terdiri 3 Menko, 1 Setneg, 20 Kementerian yang membawahi Departemen dan 10 Menteri non departemen. Pemerintah Daerah terdapat 33 Provinsi, 399 Kabupaten, 98 Kota , 5.263 Kecamatan, 62.806 Desa dan 7.113 Kelurahan (<em>data 2004</em>) masing-masing Pemerintah Provinsi membawahi Pemerintah Kab/Kota sesuai jumlahnya, sedangkan Kab/Kota membawahi Pemerintahan Kecamatan dan seterusnya            ( simpul=simpul pemerintahan yang menjadi subsistemnya). Dapat dibayangkan jika tidak ada system pembagian pemerintahan/urusan. Seorang Top Leader yang ingin mengunjungi masyarakat yang ada di provinsi saja , jika dilakukan tiap bulan, dapat memakan waktu 2 tahun 10 bulan , melebihi dari setengah masa jabatannya, mungkin disinilah urgensinya system dan subsystemnya dapat berfungsi dengan sempurna akan dapat mencairkan problem solving sampai ke tingkat akar rumput     ( hal ini <strong><em>dikenal oleh public sebagai Reformasi Birokrasi secara terencana/bertahap dan total/tuntas ) dalam arti System nyambung dengan tujuan nasionalnya serta mengerucut menjadi satu kesatuan yang menghasilkan Goal. </em></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Contoh yang paling simple adalah : Keberhasilan dalam kesejahteraan Umum</span></strong><strong>,</strong> Menurut BPS terdapat penurunan kemiskinan dari tahun 2008 ke 2009 dari 15,42% (34.963,26) menjadi 14,15% (32.529,97) dan penurunan pada tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan dari 9,11 % dari total angkatan kerja (111,95 juta orang) menjadi 8,39%  secara keseluruhan dari 33 Provinsi,</p>
<p>angka-angka keberhasilan tersebut menjadi tidak meyakinkan bagi public jika tidak diikuti suatu prosesnya yang merupakan hasil kinerja yang sinergi dari beberapa lembaga atau  system yang telah dibangun secara sempurna sampai menyentuh pada tingkat akar rumput, bukan hanya suatu pernyataan dalam wilayah zone perang keberhasilan pada simpul-nya sehingga hanya puncak gunung esnya yang mencair / berhasil, sedang akar rumputnya tetap kebakaran. Pengalaman pada Zaman Orde baru yang systemnya telah dibangun dengan baik, namun aplikasinya ditingkat bawah masih seperti tetesan air, masyarakat bawah membandingkan  system yang dibangun sekarang tidak sebagus zaman sebelumnya (mungkin dibutuhkan SDM yang mempunyai dada Merah Putih). Fakta yang dapat dilihat , pada pemahaman, aplikasi, koordinasi dan evaluasi implementasi  Visi/Misi Oraganisasi sampai pada subsistem yang terbawah yang dekat dengan akar rumput, sudah sinergikah ?, Faham saja belum tentu, bagaimana mau sinergi dan menghasilkan suatu Goal.</p>
<p><strong>Contoh paling simple masalah Keadilan Sosial</strong> ;</p>
<p>Masalah Agama adalah salah satu dari 6 kewajiban pemerintah pusat, namun substansi dan urgensinya yang sensitive serta  mengakar sampai pada setiap indvidu dan lapisan masyarakat, memerlukan suatu system dan subsystem yang kuat, karena kadar potensi  konfliknya dan cost sosialnya sangat tinggi. Konflik yang terkait SARA selalu menimbulkan luka dalam yang lama sembuhnya, dimana pada saat tertentu dapat meledak kembali.</p>
<p>Permasalahan Ahmadiyah merupakan problem lama, namun system yang dibentuk baik dalam wujud peraturan dan lembaganya kurang berfungsi dengan tuntas, masyarakat hanya menyaksikan perdebatan para elite antara istilah <strong><span style="text-decoration:underline;">“Penyimpangan” dengan “Perbedaan Penafsiran”/khilafiyah,</span></strong> yang dari tahun ke tahun tak kunjung tuntas.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Menurut Ulama / MUI</span></strong> ada <strong>“Penyimpangan”</strong> yang bermakna ada unsure  <strong><em>pemalsuan aslinya</em></strong>, artinya isi Alqur”an ada yg telah ditambah/diubah, pada hal Alqur’an milik Umat Islam, sehingga Hak Intelektual (Hak Patent /cipta , Wahyu dari Allloh kepada  Nabinya / Muhammad) yang menjadi trade merknya <strong><em>telah dibajak</em></strong> sehingga <strong><em>merusak ketentuan hukum/aqidah</em></strong>, Jika dimisalkan  dalam hukum Perdata (umum) <strong><em>dapat dituntut ganti rugi dan pemalsuan produknya serta penyebarannya harus dihentikan / dilarang karena memakai lebel Islam sehingga  merugikan produsen dan konsumen.</em></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Sedangkan pihak Ahmadiyah</span></strong> menganggapnya <strong><em>sebagai Perbedaan Penafsiran /Khilafiyah</em></strong> yang berujung pada perbedaan keyakinan, yang dijamin oleh HAM, sehingga merasa dilindungi oleh Undang2. Dimana aplikasinya dalam kehidupan sebagian masyarakat, HAM selalu menisbikan Haklain atau KAM bahkan kewenangan suatu Negara karena lahirnya berasal dari Faham Individualisme, jika dikaji <strong><em>secara politis dan social  mereka memakai strategi issue/sintemen Minoritas, untuk memancing simpati public khususnya HAM. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong>Inilah yang merupakan suatu gambaran sulitnya  dari distribusi Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, yang membuat Aparat Pemerintah tidak dapat lugas dalam penyelesaiannya,karena systemnya berhenti pada simpulnya  sehingga selalu mengambang dan puncak gunung esnya membeku atau mencair pada puncak-puncak simpulnya, sedangkan akar rumputnya tetap mengering  sehingga mudah terbakar (sebagai ekspresi dari ketidak puasan dengan masalah keadilan).</p>
<p>Masyarakat memandang Pengambilan Keputusan merupakan pilihan, apapun pilihannya pasti mengandung resiko, sehingga mereka mengharap yang diambil adalah resiko yang terkecil dari yang besar namun dapat menentramkan semua pihak.</p>
<p>Masyarakat sangat berharap besar pada hasil Demokrasi , karena setelah ide dan gagasan Demokrasi telah diimplementasikan , maka tugas selanjutnya adalah melaksanakan / mewujudkan Masyarakat sejahtera dan berkeadilan, namun justeru yang dilihat oleh rakyat “Terjadi perang di Puncak Gunung Es “ , jika di kaji secara jernih , perang itu hanya berkisar diantara kepentingan politik mereka, <strong><em>masih jauh panggang dari api</em></strong>. Dimana panggung perangnya telah dan selalu disiapkan oleh media karena adanya unsure yang dapat menjadi bisnis berita, tanpa menghiraukan perasaan rakyat kecil ( berita KKN milyaran , sedangkan bagi sekecil mencari untung seribu saja sulit), yang menyakitkan lagi adalah sikecil diekploitasi menjadi alasan untuk perjuangannya, baik dari yang pro maupun kontra ,  namun faktanya tak ada suatu masalah yang betul – betul langsung untuk kepentingannya.</p>
<p>Seorang sufi pernah mengatakan bahwa pada suatu masa nanti “<strong>Kedudukan orang hina berubah menjadi mulya, sedangkan orang mulya terhina dengan kemulyaanya, Laksana laut,… Mutiaranya tenggelam didasar…., sedangkan bangkainya terapung diatasnya</strong>…., Semoga AlKhaliq selalu menjaga kemurnian Hukumnya dan memberi petunjuk kepada yang dikehendakiNya sehingga mampu member kedamaian di negeri ini.</p>
<p>Jaringan untuk Komunikasi orang kecil  (Jukok) WordPress.com), Pebruairi 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=73&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2011/02/20/antem-cakgues-antara-sistem-dan-puncak-gunung-es/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISI-SISI GELAP SANG PEMIMPIN ( SISLAPIN)</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2011/01/13/sisi-sisi-gelap-sang-pemimpin-sislapin/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2011/01/13/sisi-sisi-gelap-sang-pemimpin-sislapin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 13:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[A. Sejarah  Jawa Timur Peristiwa dalam Kehidupan di jagad raya bagaikan pengulangan kembali (reinkarnasi) dari suatu peristiwa masa lampau dalam wujud kekinian, fakta –fakta  begitu dekat disekeliling kehidupan , matahari terbit kemudian tenggelam dan terus berulang sampai hari yang telah ditentukan, namun sedikit sekali yang mampu melihatnya dengan keyakinan dan kejernihan alam pikiran  kecuali atas &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2011/01/13/sisi-sisi-gelap-sang-pemimpin-sislapin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=70&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Sejarah  Jawa Timur</strong></li>
</ol>
<p>Peristiwa dalam Kehidupan di jagad raya bagaikan pengulangan kembali (reinkarnasi) dari suatu peristiwa masa lampau dalam wujud kekinian, fakta –fakta  begitu dekat disekeliling kehidupan , matahari terbit kemudian tenggelam dan terus berulang sampai hari yang telah ditentukan, namun sedikit sekali yang mampu melihatnya dengan keyakinan dan kejernihan alam pikiran  kecuali atas kehendakNya. Syahdan ketika Raja kartanegara raja Singosari di Jatim  mempunyai cita-cita mempersatukan Nusantara, kemudian melakukan perencanaan dan strategi yang matang  bersama para menterinya bahkan sampai kepada masalah untuk mengikat hubungan keluarga  dengan Raja Kadiri melalui perkawinan, sampai pada akhirnya kedatangan utusan dari negeri China, Kaisar Kubilai khan yang dipermalukan oleh Raja Kartanegara karena minta agar Kartanegara tunduk kepada Pemerintahan Kaisar Kubilai khan  sehingga dari   kejadian tersebut yang  menjadi awal  kehancuran Singosari.</p>
<p>Raja Kartanegara menyadari akan reaksi dari Kubilaikhan maka Kartanegara mengirimkan ekspedisi pasukan ke daerah selat malaka (pamalayu) dan Kalimantan untuk menyambut kedatangan pasukan Tatar, sehingga pertahanan di isitina keraton Singosari menjadi lebih longgar.</p>
<p>Dalam ringkas ceritera R.Wijaya sebagai panglima perang sekaligus menantu Raja Kartanegara, baru menyadari kesalahan strateginya ketika keraton singosari telah dihancurkan  dari belakang  oleh pasukan kadiri yang menjadi sekutunya sekaligus Raja Kadiri  juga sebagai  besan Kartanegara . Raja Kartenagara akhirnya pralaya dalam pertempuran,  Raden Wijaya atas nasehat sahabatnya yang setia  melarikan diri ke Sumenep dengan beberapa  orang pasukan yang dipimpin putera Madura, dan kemudian  minta perlindungan dan restu serta dukungan dari Aria wiraraja , suka duka diperjalanan selalu dapat diatasi karena kesetiaan (loyalitas) dari bawahannya yang selalu setia mengikutinya, sampai akhirnya beliau mendapatkan pengampunan dari Raja Kadiri dan mendapat  tanah di hutan Tarik (daerah Mojokerto), yang kemudian diberi nama Majapahit.</p>
<p>Sekitar tahun 1293 M datanglah pasukan Kubilaikhan (tatar) dengan puluhan ribu pasukannya mendarat di pesisir utara jawa timur (Hujung galuh/ Surabaya , tuban, lamongan), momentum inilah yang digunakan oleh R.Wijaya untuk menyusun strategi perang untuk menguasai kembali tahtanya yang hilang, tidak ada aturan yang mengatur kecurangan dalam peperangan, yang ada bagaimana menyusun strategi  mencapai kemenangan dalam peperangan, dalam ringkas ceritera R. Wijaya sukses  dalam merebut tahtanya kembali dan sukses dalam mengusir tentara asing tatar dari jawa timur , khususnya di wilayah Hujung galuh dan sekitarnya terjadi pertempuran yang hebat antara pasukan R. Wijaya atas dukungan Aria wiaraja  dengan pasukan Tatar yang jumlah dan persenjataannya tidak sebanding    sehingga tempat tersebut diberikan nama <strong>Curabhaya</strong>*, atau <strong>Surabaya</strong> yang dapat diinterpretasikan dengan arti “ <strong><em><span style="text-decoration:underline;">Pahlawan perang yang menakutkan karena keberaniannya dalam menghadapi bahaya”  ( Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan Hari Jadinya tanggal 31 Mei 1293 M)</span></em></strong></p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Fakta-fakta sejarah .</strong></li>
</ol>
<p>Bukti-bukti  telah terjadi pengulangan peristiwa (reinkarnasi ) dalam kehidupan alam raya dalam wujud kekinian (menurut jamannya) antara lain  :</p>
<ol>
<li>Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya ketika terjadi pertempuran antara pasukan sekutu yang ingin melucuti sisa pasukan Jepang dengan arek-arek Surabaya yang didukung oleh rakyat daerah sekitarnya dengan persenjataan yang tidak seimbangm subsatansinya mirif dengan peristiwanya pertempuran R. Wijaya dengan pasukan Tatar. Kedua peristiwa tersebut yang  telah melanggengkan Kota Surabaya, sebagai Kota Pahlawan dan tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan oleh Pemerintah, ini terjadi setelah 6,5 abad  dari peristiwa lahirnya kota Surabaya,  Bagi Jawa Timur ini mengandung makna penting,antara lain :</li>
<li>Kota Surabaya sebagai ibukota Provinsi, telah dicatat dalam sejarah sebagai Kota Pahlawan ;</li>
<li>Secara Nasional untuk pertama kalinya (ujian pertama) setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 , di bumi Jawa Timur telah terjadi tonggak sejarah dalam mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI atau 4 Pilar  Negara dari bahaya Negara asing (luar).</li>
<li>Peristiwa 10 November menjadi Basic (dasar) pembangunan karakter bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur dalam mengawal Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI dengan semangat yang pantang menyerah, kerja keras , bersatu karena keyakinan  persamaan cita-cita, toleransi, kebersamaan, kekeluargaan dan yakin atas kekuasaan YME.</li>
<li>Basic karakter tersebut yang menjadi pondasi awal dalam membangun semangat baru (<strong><em>get new spririt</em></strong>) untuk menyusun program-program pembangunan kedepan bagi masyarakat jawa timur khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya.</li>
<li>Hikmah pada setiap  pertempuran untuk memenangkan perang, menginfirasikan bahwa pembangunan Masyarakat adil dan makmur yang menjadi tujuan nasional dan daerah merupakan keseimbangan antara pembangunan non pisik (Karakter, Jati diri) dan pembangunan yang bersifat pisik, sehingga akan menjadi acuan Pola pembangunan jangka panjang dalam RPJM dan RPJMD yang di aplikasikan melalui penyusunan komponen satker yang efisien  dan SDM yang berkarakter jawa timur.</li>
<li>Pengulangan hubungan antar bangsa terjadi dalam wujud kekinian, dalam fakta sejarah bahwa keberhasilan R. Wijaya mengalahkan Raja Kadiri yang telah menghancurkan Singosari, karena didukung dengan adanya hubungan dan kerjasama dengan pasukan Kubilai khan (Tatar)dari negeri China, faktanya yang dapat dicatat dalam sejarah  bahwa rencana Pemerintah dan Pemerintah  Jawa Timur untuk memajukan daerah yang tertinggal, khususnya di Pulau Madura  dengan menrencanakan pembangunan Jembatan yang menghubungkan Bangkalan dan Surabaya, dapat terwujud setelah adanya kerjasama dengan konsorsium dari negeri China.  Mungkinkah sub stansinya akan sama, ketika R. Wijaya berhasil mendirikan Kerajaan Majahit , yang kemudian terjadi stagnan dalam pengembangan selanjutnya karena terjadi gejolak dalam pemerintahannya.</li>
<li>Sisi – sisi gelap bagi sang Pemimpin dapat terjadi pada setiap era generasi karena bersifat kodrati kemanusian ;
<ol>
<li>R. Wijaya sebagai Raja Majapahit pertama,  tidak mampu melanjutkan pembangunannya karena timbulnya rasa ketidak adilan dalam menyusun  pembantu-pembantunya, sehingga muncul ketidak harmonisan yang didasari rasa iri, dengki, fitnah dan berujung pada pemberontakan adipati Ranggalawe dari Tuban , padahal sang adipati merupakan stafnya yang loyal dan tanpa pamrih ketika membantu sang pemimpin melarikan diri ke Sumenep dan tragisnya  nasib sang adipati pralaya dalam pasukan majapahit sendiri yang nota bene adalah teman-temannya sendiri dalam seperjuangan.</li>
<li>Raja kedua Majapahit R. Jaya Negara, telah mewarisi kekacauan, karena sudah menjadi rahasia umum ketika saat perjuangan, sulit untuk  mencari prajurit (staf) yang setia dan loyal, namun ketika keberhasilan dicapai, banyak yang merasa berjasa dalam membantu perjuangannya dan meminta balas jasa, betapa sulitnya bagi sang pemimpin untuk memilihnya, sehingga timbul lagi yang namanya persaingan tidak sehat saling fitnah, dendam , dengki ( sisi-sisi gelap dari sifat kemanusian), semata-mata untuk setor muka demi  kedudukan, harta dan kekuasaan, sehingga muncullah beberapa pemberontakan dari  pembantu (staf) R.Wijaya dalam masa perjuangan antara lain : Pemberontakan Lembu Sora, Nambi dan Kuti , meskipun pada kemudian hari  muncul seoarang prajurit (staf)  yang benar-benar loyal kepada Negara dan rajanya, prajurit tersebut dikemudian tahun dikenal sebagai  Maha patih  Gajahmada.</li>
<li> Sifat manusiawi antara lain , sering lupa , alpa, meremehkan, angkuh, sombong, dengki ,iri , sok pintar, kuasa dan sebagainya yang menggelapkan sisi-sisi terang dari sifat manusiawi, celakanya sifat-sifat tersebut terbawa pada setiap strata kepemimpinan, sehingga tidak sedikit pula yang dapat membawa kehancuran bagi kehidupan manusia , tergantung pada skalanya,</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Fakta Sejarah antara lain :</p>
<p>1)      Raja Kartanegara telah meremehkan nasehat Patih Raganata , yang sepuh dan telah dipinggirkan dalam jabatannya, sehingga pengiriman ekpedisi besar-besaran tentara Majapahit keluar daerah ( sumatera dan Kalimantan) telah menyebabkan longgarnya pertahanan dalam negeri (keraton) sehingga menyebabkan hancurnya Singosari dari serbuam tentara Kadiri.</p>
<p>2)      Di Tingkat Dunia , ketika seorang prajurit Amerika yang bertugas dibagian Radar melihat titik-titik Hitam dalam jumlah banyak bergerak kearah Pearl Harbour melaporkan keatasannya dianggap remeh , maka terjadilah pengeboman pesawat-pesawat Jepang  ke Kapal-kapal Amerika yang tidak dapat dicegah.</p>
<p><strong><em>3) </em></strong>Kehancuran Kota Nagasaki dan Hirosima di awali dari kealpaan , ceroboh dan kesombongan di tingkat strata kepemimpinan , terjadi sebelum Bom atum dijatuhkan Pemerintah Amerika (USA) telah mengultimatum pihak Jepang- yang dijawab dengan pihak Pemerintah Jepang  dengan Kata “ MOKUSATSU” yang oleh pihak Amerika diterjemahkan dengan kalimat <strong><em>“ Jangan memberI jawaban sampai keputusan diambil “ </em></strong>yang dikosa katakana dengan kalimat  “ <strong>NO COMMENT”<em> </em></strong><em> sehingga dianggap sebagai pengabaian, maka terjadilah peristiwa yang sangat mengerikan dalam sejarah kemanusian. Setelah malapetaka itu terjadi, barulah dibahas kata MOKUSATSU yang mempunyai arti “ KAMI MENTAATI ULTIMATUM TUAN TANPA SYARAT/ KOMENTAR” nasi telah menjadi bubur sebagai akibat dari kealpaan masnusia. <strong> </strong></em></p>
<p><strong><em>4) </em></strong>Sisi sisi gelap sang Pemimpin terbawa secara kodrati kealam<em> kehidupannya, mulai dari High Leader  Middle Le</em><em>ad</em><em>ser dan Lower Leader pada setiap formal leader  sehingga banyak program-program yang dirancang baik pada level high leader </em><em> </em><em>menjadi kurang bermanfaat bagi rakyatnya, karena unsure sisi-sisi gelap dari pada setiap</em><em> </em><em>strata</em><em> </em><em>P</em><em>impina</em><em>n, khususnya ditingkat pelaksana karena lemahnya  sistem pengkaderan secara profesional dan ketentuan yang transparan , sehingga  tidak dapat memenuhi tuntutan lingkungan strategisnya. </em><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>5) </em></strong>Fakta-fakta tersebut telah menjadi rahasia umum pada setiap strata pemerintahan sehingga dapat memunculkan rasa ketidak-adilan terpendam yang dapat menghambat kinerja suatu organisasi pemerintahan. Era telah berubah, masyarakat telah berubah, idealnya rekrut Pimpinan dan pegawai suatu organisasi pemerintahan harus berubah sebagai keseimbangan dengan perubahan lingkungan strategisnya, jika masih selalu bertahan pada pola lama, insya-Alloh akan terjadi suatu perubahan yang radikal oleh generasi berikutnya, karena pada setiap kelahiran baru atau generasi baru dapat disamakan dengan penyerbuan orang-orang biadab kecil  jika diabaikan akan terjadi chaos dalam masyarakat (kutipan dari sosiolog).    Wollahu a’lam. (<strong>Surabaya, 13 Januari 2011. Jukok Word press.com</strong>)<strong><em></em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=70&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2011/01/13/sisi-sisi-gelap-sang-pemimpin-sislapin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIROKRASI DAN SEPAKBOLA</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2010/07/25/birokrasi-dan-sepakbola/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2010/07/25/birokrasi-dan-sepakbola/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 12:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia n international politic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Piala Dunia sebagai pentas Sepakbola terbesar dan terpopuler di Dunia telah berakhir , dengan melahirkan Spanyol sebagai juara baru Piala Dunia tahun 2010, kejuaraan ini menarik perhatian masyarakat seluruh Dunia termasuk Pimpinan Negara dan Pemerintahan, sehingga Web site VIVA News.com diakses ribuan orang setiap harinya, selama masa penyelenggaraan Piala Dunia di AFSEL. Negara yang berhasil &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2010/07/25/birokrasi-dan-sepakbola/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=65&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Piala Dunia  sebagai pentas Sepakbola terbesar dan terpopuler di Dunia telah berakhir , dengan melahirkan Spanyol sebagai juara baru Piala Dunia  tahun 2010, kejuaraan ini menarik perhatian masyarakat seluruh Dunia termasuk Pimpinan Negara dan Pemerintahan, sehingga Web site VIVA News.com diakses ribuan orang setiap harinya, selama masa penyelenggaraan Piala Dunia di AFSEL. Negara yang berhasil meraih prestasi tertinggi akan menjadi suatu kebanggaan yang luar biasa bagi sebagian besar warganya.<br />
Ada beberapa alasan Sepak Bola diminati banyak orang ,  antara lain :<br />
1.	Sepakbola merupakan Olahraga yang memadukan unsur-unsur manajemen dan seni  olahraga, yakni  dengan melibatkan 11 orang yang menguasai SISPOINS (Sistem,Skill,Power, Intelektual dan Strategi) dalam kurun waktu dan aturan  tertentu untuk menghasilkan Gol / target.<br />
2.	New Bisnis modern , karena telah menjadi hiburan / tontonan  antraktif pada waktu senggang dalam masyarakat pekerja / industry, dan dapat dijual ke publik , sehingga yang semula sebagai penyalur Hobby (olahraga biasa)  berubah menjadi bidang usaha/ bisnis yang luar biasa.<br />
3.	Menjadi lambang kesuksesan bidang Olahraga dan SDM suatu Organisasi / Negara secara international.<br />
Pada Barisan Pemain Sepakbola dilapangan terdapat  3 baris / lini standard dengan pola yang dinamis, ada kesamaan dengan Organisasi Birokrasi  antara lain :<br />
1.	Barisan Belakang ( Kiper, CenterBek, Bek Kanan.Kiri ) = Dalam Lembaga Birokrasi ada Sekretariat, sebagai Think tanknya (dapurnya Kebijakan), dengan Sekretaris Sebagai Kipernya dan Biro-Biro sebagai barisan Bek ;<br />
2.	Barisan tengah sebagai pendukung serangan (barisan gelandang/penghubung/penyuplai bola) = Dalam Birokrasi ada Lembaga Kantor /Badan dan Dinas Teknis , sebagai lembaga pendukung ;<br />
3.	Barisan Depan Penyerang (striker, winger ka,ki) = Dalam Birokrasi ada Dinas-Dinas sebagai barisan pelaksana kebijakan.<br />
Dalam permainan sepakbola, Kesebelasan yang kuat, dapat dilihat dari suplai bola antar lini sangat rapi, sinergi ,akurat dan solid sehingga kinerjanya bagaikan suatu system yang mengelinding begitu saja, hal ini dapat terjadi karena pada semua sector/lini , didukung pemain yang menguasai SISPOINS, sehingga kontrol bolanya sangat baik dan penetrasi bola dalam bertahan untuk  melakukan serangan balik dapat dilaksanakan dengan cepat ,solid tanpa melakukan suatu pelanggaran (freekick) yang berarti , sehingga mampu menciptakan peluang yang menghasilkan GOL.<br />
apabila setiap Pemain bola dimisalkan sama dengan Satker pada Organisasi / Birokrasi yakni ada barisan belakang, Tengah dan Penyerang, maka konsep kebijakan (Visi, Misi) yang menjadi arah ,tujuan dan sasaran Birokrasi akan dapat dicapai dalam kurun waktu yang terukur pula.<br />
Masalah Birokrasi pada masa lalu antara lain ; Kondisi Lembaga yang gemuk/besar, Kapabilitas SDM terbatas dan sulit dinilai/evaluasi kualitas dan hasil kinerjanya, adanya persaingan yang tidak sehat atau ego sektoral dan masih adanya  Sistem L&amp;D (Like &amp; Dislike), serta adanya penumpukan SDM yang potensi pada Satker tertentu menyebabkan munculnya Satker yang miripsebagai pemain cadangan/ tempat parkir pemain. yang mempunyai ciri,ciri antara lain :<br />
1.	Dukungan dananya relative Kecil atau dikenal sebagai tempat kering.<br />
2.	SDMnya relative terbatas, stafnya banyak yang telah berusia (sulit beradaptasi dengan system computerrisasi), mindset dan idealismenya mengalami stagnan.<br />
3.	Dijadikan tempat penampungan karyawan yang tidak mendapat tempat.<br />
4.	Kinerja satker lemah, upaya untuk meningkatkan kinerjanya  akan menimbulkan banyak resistensi internal. sehingga sebagus apapun seorang pemain yang masuk dalam kelompok tersebut akan frustasi sendiri dan larut dalam ketidakberdayaan, yang akhirnya yang dapat mematikan karir si pemain tsb.<br />
5.	Gerbong pengkaderan tidak berjalan, karena sulit bersaing dengan SDM diluar satkernya, sehingga sulit untuk road show ke satker yang lain , ibaratkan menjual pemain yang afkir, ini terjadi khususnya pada setingkat staf.<br />
Problemnya mirip  dengan Sepakbola, ketika Manager/ Pelatih melakukan pemilihan jumlah pemain yang dibutuhkan, tentu ada pertimbangan kemanusiaan karena akan ada yang dikorbankan, sama dengan Birokrasi yang melakukan perampingan Satker akan menyebabkan banyak Pegawai yang kehilangan jabatan dan Tupoksinya, sehingga timbullah pengangguran tersembunyi (Disquised unemployment), karena di PNS tidak ada ketentuan PHK. Konsekwensi lainnya yang muncul, terdapat  istilah SATKER TEMPAT BUANGAN,<br />
Mencari formulasi Birokrasi yang ideal seperti menyusun Kesebelasan dan Sistem Pembinaan yang efektif sampai saat ini masih  menjadi problem yang belum terpecahkan dengan baik oleh Pemerintah , hal yang menjadi kambing hitam dalam pembinaan Pegawai hanya masalah Disiplin Absensi masuk dan apel pagi, dengan pola SIDAK pada hari-hari tertentu untuk menimbulkan rasa takut dan menghindari rekayasa, kemudian hasilnya diumumkan ke public,ini sangat ironi sekali karena masalah disiplin masuk merupakan penyakit kronis (lama) , jika masalah tsb masih dimunculkan ke public maka public akan menganggap Pembinaan PNS puluhan tahun mengalami stagnan (jalan ditempat).  ibaratkan  seorang manager / pelatih, masih bermasalah dengan waktu latihan, sehingga tidak bisa menjalankan program  penguasaan dan praktek SIPOINS di lapangan  pada setiap pemain bola, atau satker pada Birokrasi    maka tidak akan ada suplai bola yang menggelinding bagaikan system yang dapat menghasilkan Gol, karena hakekatnya masyarakat tidak hanya menginginkan kulit luarnya melainkan isinya atau golnya yang menjadi kemenangan bagi mereka.<br />
Illustrasinya wujud kerjasama antar lini yang tidak optimal pada birokrasi pem. pusat misalnya, penanganan masalah kebijakan pengalihan bahan bakar  minyak tanah dengan Elpiji.karena belum adanya kerjasama yang solid dengan perangkat daerah atau masih kuatnya ego sektoral, sehingga yang terjadi bukan suatu permainan yang menarik dengan Gol yang indah melainkan menjadi keprihatinan dan ketakutan , masyarakat selalu bertanya Kapan bisa tersusun Birokrasi seperti Kesebelasan / sepakbola, dengan menguasai luas lapangan sama dengan luas Wilayah NKRI.<br />
Surabaya, Jukok wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=65&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2010/07/25/birokrasi-dan-sepakbola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT JALAN GUSDUR</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/selamat-jalan-gusdur/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/selamat-jalan-gusdur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 14:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/selamat-jalan-gusdur/</guid>
		<description><![CDATA[Innalillahi wainna ilaihi rajiun, segala yang bernyawa akan kembali kepadaNYa, Pada akhir tahun 2009, ini kembali Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya , K.H. Abdurrachman Wachid , mantan Presiden RI yang keempat , yang lebih dikenal panggilan Gusdur. Gusdur sebagai orang Mukmin, yang telah lulus dari ujianNYA, dengan berbagai ujian duniawi yang dialami semasa &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/selamat-jalan-gusdur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=64&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Innalillahi wainna ilaihi rajiun, segala yang bernyawa akan kembali kepadaNYa,<br />
Pada akhir tahun 2009, ini kembali Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya , K.H. Abdurrachman Wachid , mantan Presiden RI yang keempat , yang lebih dikenal panggilan Gusdur.   </p>
<p>Gusdur sebagai orang Mukmin, yang telah lulus dari ujianNYA, dengan berbagai ujian  duniawi  yang dialami semasa hidupnya, namun tetap, tabah , konsisten / tawadduk , ichlas, kesederhanaan dan humoris meskipun dalam kondisi sesulit apapun dalam memperjuangkan kebenaran dan kemamfaatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga lahir joke-joke yang selalu dikenang oleh masyarakat, misalnya , ”Gitu aja kok repot”  ungkapan itu kelihatan sepele, namun jika kita pahami mengandung makna yang dalam, jika Bp.Presiden SBY , dengan motto ” Harus Bisa” , namun Hakikatnya  Gusdur justeru telah melaksanakan lebih dahulu dalam praktek hidup berbangsa dan bernegara  dengan jokenya  ” Gitu aja kok repot ”  misalnya dalam menyusun Kabinetnya.  </p>
<p>Ada sebuah Jokenya Gusdur yang dibukukan oleh seorang penulis , salah satu judulnya adalah ” Dilap celana dalam ”<br />
Ceriterinya begini ” Ketika Gusdur kuliah di Mesir , Ia kedatangan tamu dari Indonesia, seperti biasanya seorang tuan rumah , Gusdur dan teman-temannya sibuk membuat jamuan sang Tamu,  ketika sedang menunggu itu sang tamu secara tak sengaja, melihat  Gusdur sedang mengelap piring dan gelas dengan celana dalam . Begitu kue dan minuman disajikan , sang tamu merasa serba salah, mau minum jijik , ditolak rasanya tidak sopan , kemudian dengan sangat terpaksa sang tamu menikmati hidangannya, namun tak berselang lama , ia muntah-muntah, karena ingat lap gelas dan piring  yang  dipakai Gusdur  tadi.</p>
<p>Gusdur tanggap kondisi tamunya lalu berkata, ” Anda ini telalu melihat sesuatu dari segi luarnya saja tidak mau melihat sub stansinya ” sehingga si Tamu tertegun. , lanjut Gusdur, Celana dalam ini baru saya beli dan belum pernah dipakai , jadi masih baru, karena tidak ada lap disini terpaksa aku menggunakannya., kata Gusdur sambil tertawa.   </p>
<p>Demikian Gusdur muda , Kini Beliau telah tiada  Semoga amal kebaikannya didunia menjadi amal jariyah dalam alam kehidupannya  kini, dan segala kealpaannya di ampuni oleh Al Khalik , Amiinn </p>
<p>Surabaya,  31 Desember 2009<br />
 Jukok wardpress.com     </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=64&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/selamat-jalan-gusdur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EMTRI  ( M 3 )</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/emtri-m-3/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/emtri-m-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 14:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/emtri-m-3/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Immanuel Kant dan pakar hukum lainnya ratusan tahun yang silam sulit memberikan definisi yang sama terhadap pengertian hukum, dan keadilan yang dikemukakan oleh Plato dan Aristoteles, maka pakar hukum positive mengalami kesulitan yang sama untuk dapat mengakomodir norma hukum dan keadilan dalam satu pasal tertentu, sehingga sering dijumpai dalam praktek pengadilan hanya masalah ketertiban &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/emtri-m-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=63&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Immanuel Kant dan pakar hukum lainnya ratusan tahun yang silam  sulit memberikan definisi yang sama terhadap pengertian hukum, dan keadilan yang dikemukakan oleh Plato dan Aristoteles, maka pakar hukum positive mengalami kesulitan yang sama untuk  dapat mengakomodir norma hukum dan keadilan dalam  satu pasal tertentu, sehingga sering dijumpai  dalam praktek pengadilan  hanya masalah ketertiban dan kepastian hukum belaka yang dirasakan masyarakat, meskipun tujuan hukum juga untuk mewujudkan  keadilan bagi masyarakat . Hakikat hukum dan keadilan ini sulit dipahami oleh masyarakat umum , sehingga muncullah berbagai reaksi dari masyarakat misalnya  Kasusnya ” Bu Prita dengan RS Omni ” , Kasusnya ” si Gadis Penjual Bebek di pasar Pabean Surabaya, karena ketidak tahuannya terperangkap dalam perkara Trafiking, sehingga di vonnis 3 tahun pernjara, dibanding dengan perkara Bos Narkoba yang divonnis 1 tahun penjara karena kelihaiannya dalam berperkara atau kasus pencurian yang vonnisnya dirasakan masyarakat tidak memenuhi rasa keadilan. </p>
<p>              Dalam kejadian yang paling populer, adalah ” Peristiwa dalam pertandingan sepakbola dunia , dengan gol Tangan Tuhan Maradona atau Gol nya Henry ke gawang Kesebelasan Irlandia baru ini ,  yang didahului dengan hands ball, namun FIFA lebih tunduk pada azasnya Von Feurbach dan mengesahkan hasil pertandingan , dari pada memenuhi rasa keadilan masyarakat Sepakbola, yang mengharapkan adanya  sanksi serta menganulir golnya Henry, sehingga seharusnya ada tanding ulang, ” disini nyata sekali bahwa hukum positive yang berlaku hanya mampu untuk menjaga kepastian hukum dan ketertiban , disisi lain  keadilan menjadi terabaikan, Namun masyarakat sepakbola dunia konsisten terhadap azas legalitasnya, sehingga tidak ada anjuran atau provokasi untuk melakukan gerakan moral melalui   unjuk rasa , guna  menisbikan hukum yang berlaku. </p>
<p>            Pada era perubahan, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk dan multikultur ini potensi terjadinya  konflik semakin tinggi , karena perubahan tentu tidak selalu  menguntungkan semua pihak, , sedangkan peluang mendapatkan  akses ekonomi / kesejahteraan semakin kecil, persaingan semakin meningkat , illustrasi kehidupan ini bagaikan sedang berlalu lintas dijalanan yang macet, dapat kita bayangkan seandainya tidak ada yang mengatur lalu lintas dalam suatu keramaian kota,  apa yang akan terjadi ? Kebutuhan masyarakat akan ketertiban, kepastian dan keadilan, berbanding lurus dengan tingkat kemajuan dibidang lainnya, semakin modern kehidupan masyarakat semakin tinggi kebutuhan terhadap pelayanan hukum dan keadilan     Namun faktanya pada saat ini, masyarakat dalam wilayah Kabupaten/Kota yang terkait dalam berbagai kasus perkara, baik berat  maupun ringan (rol)  hanya dapat dilayani melalui lembaga peradilan yang hanya berada diibukota , sehingga dapat dipahami apabila penyelesaian perkara- sampai berlarut &#8211; larut oleh karena itu hukum dan keadilan menjadi barang luck bagi mayarakat kecil .</p>
<p>             Sulitnya beracara dalam hukum dan semakin kompleksnya  permasalahan hukum dan keadilan bagi masyarakat, masyarakat semakin apriori terhadap penyelesaian perkara secara hukum sehingga direspon oleh masyarakat  dalam 2 (dua) bentuk aksi ;<br />
1. Masyarakat kecil merefleksikan ketidak puasan mereka terhadap institusi atau okknum penegak hukum itu sendiri dengan melakukan  ”Peradilan Jalanan<br />
     ( Dark Justice)”  seperti mengadili   pencuri dengan caranya sendiri , yang dianggap memenuhi rasa keadilan bagi mereka,  yakni dengan dibakar atau dihabisi ramai ramai, sedangkan dalam bentuk  pelecehan melalui ucapan misalnya KUHP.<br />
2. Anggota  masyarakat yang punya bakat melobi memandang kesulitan untuk beracara hukum ini merupakan peluang, sehingga muncullah  kreativitas dengan inspirasi pekerjaan ’Makelar dalam Hukum Perdata yang legal (KUHD)” , bedanya EMTRI dalam prakteknya justeru menimbulkan kesenjangan dalam pelayanan hukum bagi   pencari keadilan. </p>
<p>           Dalam operasionalnya  Makelar  ini berjalan secara bertahap, sehingga dikenal dengan M3 atau 3 M  yakni ;<br />
1. MARKUS (Makelar Kasus), itu berjalan ketika seorang mulai berhubungan dengan masalah hukum, dan kasusnya sedang diselidiki, muncullah si Markus artinya  mau masuk dalam perkara yang ringan atau berat dakwaannya.<br />
2. Ketika kasusnya sudah masuk penyidikan  atau seseorang akan masuk Tahanan , maka muncul lagi yang namanya MARHAN  (Makelar Tahanan), artinya mau yang enak atau yang bau ruang tahanannya.<br />
3. Setelah perkaranya masuk ke Pengadilan, muncul lagi MARKUM (Makelar Hukum ) artinya  mau bebas murni atau bebas bersyarat atau ringan dan berat hukumannya. </p>
<p>            Makelar ini sudah menjadi rahasia umum dikalangan masyarakat pencari keadilan , namun secara faktual baru terexpose   dalam Kasusnya  Anggodo </p>
<p>         Kebutuhan akan pelayanan hukum &amp; keadilan idealnya  sebanding dengan ”pelayanan prima” dibidang lainnya, mudah, murah sehingga masyarakat dengan cepat mendapatkan    kepastian, ketertiban dan keadilan dengan Motto ” Jika dapat dipermudah mengapa harus dipersulit ” , Jika hukum dapat memberikan keadilan , mengapa hanya diberikan kepastian dan ketertiban belaka.”Insya Alloh, dengan mempermudah pelayanan dan memperbaiki kualitas peformance institusi serta penegak  hukum, maka dengan sendirinya akan mempersempit ruang gerak makelar-makelar ini dan secara perlahan akan habis sendiri. </p>
<p>Surabaya,    Desember 2009<br />
Jukok wardpress.com </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=63&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2010/01/01/emtri-m-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DRAMA KEBANGSAAN</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2009/12/05/drama-kebangsaan/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2009/12/05/drama-kebangsaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 09:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Didalam diri manusia terdapat kekuatan endogen yang dapat menjadi faktor pendorong seorang dapat menjadi jujur, ichlas, sabar dan hal-hal yang baik lainnya, faktor tersebut adalah rasa kasih sayang atau cinta,  Cinta merupakan interaksi  seluruh indera manusia , yang keluar dalam wujud penglihatan, perkatan dan perbuatan, semua menyatu dan seiring, tidak ada perwujudan antagonis dalam setiap &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2009/12/05/drama-kebangsaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=59&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Didalam diri manusia terdapat kekuatan endogen yang dapat menjadi faktor pendorong seorang dapat menjadi jujur, ichlas, sabar dan hal-hal yang baik lainnya, faktor tersebut adalah rasa kasih sayang atau cinta,  Cinta merupakan interaksi  seluruh indera manusia , yang keluar dalam wujud penglihatan, perkatan dan perbuatan, semua menyatu dan seiring, tidak ada perwujudan antagonis dalam setiap geraknya, menurut kamus Purwadarminta pengertian cinta adalah, <strong><em>”selalu teringat dan terpikir di hati , lalu berarti&#8230;&#8230;.” .</em></strong><em>..</em>cinta dapat menimbulkan harmonisasi dalam kehidupan setiap pasangan, keluarga, masyarakat dan bangsa ;</p>
<p>Syahdan ketika cinta dua sejoli telah berlabuh dalam pernikahan, Kehidupannya sangat indah dan mengesankan, sehingga ketika sang isteri terpeleset waktu berjalan bersama, respon sang suami luar biasa perhatiannya,..dia akan bertanya dengan perasaan khawatir  <strong><em>sayang,.. tidak apa-apa kamu”.</em></strong>. sambil memegangi tubuh sang isteri . Kini setelah masa cinta kasih itu berlalu, terhimpit dengan berbagai problem kehidupan yang serba keras , maka  mulailah rasa indah semakin menjauh , ketika peristiwa puluhan tahun itu terulang kembali, tiada  lagi muncul kata indah dari sang suami , namun kata umpatan yang menyakitkan ” <strong><em>Dimana mata kau</em></strong> .” <em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Demikian halnya dengan sumpah pemuda tahun 1928 lalu, semua perbedaan tertutup dengan rasa cinta tanah air , bangsa dan cita-cita merdeka, sehingga  yang muncul nilai-nilai Pengorbanan, Kebersamaan dan Kekeluargaan , tanpa memandang siapa kamu, siapa aku, semua dalam kesederajatan, tanpa merendahkan martabat masing – masing, &#8230; kemudian sumpah setia itu diwujudkan dalam proklamasi kemerdekaan dengan harapan mencapai kehidupan yang adil dan sejahtera&#8230;..Setelah puluhan tahun kemudian datanglah era globalisasi yang merupakan   proses perubahan dunia yang menimbulkan kompleksitas problem yang tidak bisa dihindari, oleh negara manapun,  kini secara faktual,  kemajemukan telah menjadi akar konflik yang selalu muncul dalam menyikapi setiap perbedaan.</p>
<p>Perubahan sosial budaya dan politik secara realitas telah melahirkan budaya hybrid, dalam kehidupan masyarakat,  sesuai tingkatan intelektualitasnya, dampaknya dapat dilihat  diberbagai daerah melalui media masa, antara lain ;</p>
<p>1. Perkelahian masal antar warga desa, kelompok pemuda, pelajar dan mahasiswa, apapun alasannya awalnya tentu masalah perbedaan pandangan, wawasan dan kepentingan yang berakhir menjadi konflik.</p>
<p>2. Unjuk rasa  atas nama demokrasi (liberal) dan kebenaran serta keadilan , dengan pola pasar,  karena semakin banyak peserta yang ikut unjuk rasa dianggap semakin kuat alasan pembenarannya, menurut mereka kebenaran dan keadilan hanya ada didalam masyarakat meskipun disatu sisi menciderai keadilan itu sendiri , karena telah mengecilkan kepentingan masyarakat yang lain serta  menafikan nilai – nilai yang hakiki, dari Sang Pencipta.</p>
<p>3. Para elite (Mahasiswa, LSM, Pemerintah dan DPR) bersilang pendapat dan kepentingan   yang dapat disaksikan di berbagai media  oleh seluruh masyarakat Indonesia bagaikan drama seri  kebangsaan ,ada yang berperan sebagai  pembela rakyat sejati, ada yang berperan pahlawan anti korupsi, ada penerus reformasi dan kebenaran. , nilai-nilai budaya bangsa yang religius telah melebur menjadi semangat individualisme yang membawa kebebasan, persamaan dan persaudaraan (kelompok) serta Hak Azasi Manusia (HAM), semua menjadi serba hybrid.</p>
<p>Demokrasi telah dijalani dengan biaya yang cukup besar , rakyat didaerah berpartisipasi waktu dan tenaga dengan harapan agar masa 5 tahun kedepan kondisinya  akan lebih baik.</p>
<p><strong><em>”Kata Sesepuh Bangsa  Demokrasi hakekatnya adalah perbedaan, mereka mengumpakan seperti orang memasak, tentu ada unsur, beras, air, api , tungku, kayu/minyak, semua punya fungsi masing-masing, unsur-unsur itu akan  saling merusak jika tidak dikendalikan, karena tujuan utamanya adalah memasak beras agar menjadi Nasi yang dapat dimakan bersama, bukan saling menghanguskan satu sama lain sehingga menjadi arang.”</em></strong></p>
<p>Rakyat kecil tentunya  prihatin melihat kondisi kebangsaan pada  saat ini, karena setelah proses Pemilu selesai dan semua kelembagaan telah diisi malah  bukan Program pembangunan perbaikan nasib rakyat yang dilakukan pertama kali, justeru  perselisihan antara Institusi Kepolisian, Kejaksaan dan KPK serta DPR dalam masalah Korupsi, yang hakekatnya masih merupakan kepentingan  para kaum elite itu sendiri, dengan blow up untuk kepentingan rakyat kecil , agar jalan ceriteranaya menjadi seru., bahkan permasalahan tersebut telah berkembang dari masalah kewenagan istitusi, kriminalisasi , hukum, Markus,  kemudian arahnya semakin kuat menuju kearah  politik, dan person, sehingga timbul kondisi yang tidak kondusip di dalam Negara dan saling menghujat, memfitnah sehingga timbul perselisihan yang mengarah kepada konflik,  Jika kehidupan berbangsa ini di ibaratkan menumpang sebuah Kereta Api (KA) maka kereta yang menyenangkan penumpangnya adalah Kereta Api yang tidak berisik  dan tidak banyak getaran , namun larinya kencang sehingga sampai ditujuan lebih cepat dan  selamat.</p>
<p>Alangkah Aripnya jika  semua kaum elite yang tidak terkait langsung dengan masalah maupun yang terkait ,lebih mampu menahan diri, sehingga punya prinsip  ” <strong>Lebih baik diam </strong>, <strong>jika tidak dapat berkata baik .” karena  banyak orang tahu , tapi sebenarnya tidak tahu,</strong> kata jukok ” <strong><em>Let not your tongue cut your throat</em></strong>,” agar tidak terjadi fitnah dan konflik yang  berkepanjangan serta  menyakitkan satu sama lainnya.</p>
<p>Secara empirik (  menurut sejarah ),  salah satu sebab musnahnya suatu bangsa ( kaum ) karena banyaknya perselisihan diantara mereka, yang mengakibatkan kehilangan banyak  kekuatan untuk membangun, . bagaimana mungkin , jika masyarakat di berbagai daerah  mulai kehilangan kepercayaan kepada Institusi Pemerintah, karena ulah para elite itu sendiri.(ribut melulu)<strong><em>” </em></strong></p>
<p><strong><em>Believe it or not ” Wallohua’lam</em></strong>,</p>
<p>Negeri ( kota ) yang banyak dihuni oleh masyarakat yang mulai kehilangan  budaya hati dan senyum (kehilangan jati diri bangsa)  menjadi budaya  menuhankan pikiran , materi dan kekerasan (Individu) sering menimbulkan perselisihan diantara mereka , saling menghujat , mendendam, memfitnah, Semoga Allah seru sekalian alam,   masih berkenan memberikan petunjuk dan melindunginya, khususnya bagi orang-orang yang beriman , berakhlak dan beramal baik untuk dirinya dan masyarakat.</p>
<p>Surabaya,     Desember  2009</p>
<p>Jukok.word press.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=59&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2009/12/05/drama-kebangsaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REFORMASI SEJATI</title>
		<link>http://jukok.wordpress.com/2009/09/23/reformasi-sejati/</link>
		<comments>http://jukok.wordpress.com/2009/09/23/reformasi-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 06:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jukok</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemerintah dan negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jukok.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Ketika suara takbir berkumandang dari tempat-tempat Ibadah kaum muslim , sebagai pertanda bahwa  bulan ramadhan sebagai bulan istimewa bagi umat Islam telah berakhir dengan hari kemenangan, yakni hari raya / lebaran idhul fitri. Keistimewaan bulan ramadhan ini dapat kita lihat / rasakan dari berbagai dukungan dari Umarah / Pemerintah maupun Sang Maha Pencipta sendiri (Alkhalik) &#8230; <a href="http://jukok.wordpress.com/2009/09/23/reformasi-sejati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=56&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika suara takbir berkumandang dari tempat-tempat Ibadah kaum muslim , sebagai pertanda bahwa  bulan ramadhan sebagai bulan istimewa bagi umat Islam telah berakhir dengan hari kemenangan, yakni hari raya / lebaran idhul fitri. Keistimewaan bulan ramadhan ini dapat kita lihat / rasakan dari berbagai dukungan dari Umarah / Pemerintah maupun Sang Maha Pencipta sendiri (Alkhalik) antara lain :</p>
<p>Fasilitas istimewa yang diberikan pemerintah agar kaum muslimin dapat tenang dalam beribadah di bulan ramadhan    berwujud  :</p>
<p>-   Penyesuaian jam kerja kantor-kantor pemerintah  ;</p>
<p>-   Pengaturan penjualan makanan di siang hari</p>
<p>-   Penutupan tempat-tempat hiburan malam</p>
<p>-  Peningkatan keamanan dan ketertiban  untuk menjaga ketenangan masyarakat dalam beribadah  dan sebagainya yang terkait dengan ketentraman masyarakat  ;</p>
<p>Fasilitas istimewa yang diberikan oleh Alkhalik berwujud   ;</p>
<p>-          Segala amal perbuatan ibadah di bulan ramadhan dilipatgandakan pahalanya  ;</p>
<p>-          Ditimbulkan rasa tentram dalam hati  ketika berbuka.</p>
<p>-          Ditimbulkan rasa tentram dalam hati ketika  berkumpul dimesjid/ mushallah/suraw/langgar untuk melakukan ibadah.</p>
<p>-          Bonus dan Diskon Akbar pada sepuluh malam terakhir dimalan bulam ramadhan bagi  yang mampu meningkatkan amal ibadahnya ;</p>
<p>-          Diampuni segala dosa dosanya, sehingga kembali menjadi fitrah</p>
<p>Keistimewaan ini masih berlanjut pasca ramadhan, ada fasilitas / kebijakan istimewa dari pemerintah/swasta antara lain ;</p>
<p>-   Pemberian THR bagi karyawan swasta dan pemerintah sebelum hari lebaran ;</p>
<p>-   Penyaluran Zakat difasilitasi agar tidak menimbulkan musibah kemanusiaan ;</p>
<p>-  Penjualan dan pembakaran petasan dilarang karena mengganggu ketentraman dan ketenangan dimesjid –mesjid ketika melakukan ibadah serta keselamatan masyarakat pada umumnya</p>
<p>-   Menyiapkan angkutan yang murah dan nyaman  bagi masyarakat yang akan pulang kampung untuk bersilaturrahmi dengan sanak saudara ;</p>
<p>-  Menjaga keamanan dan ketertiban sepanjang jalur angkutan umum masyarakat pemudik maupun arus baliknya ;</p>
<p>-   Memberikan layanan istirahat , bantuan servis kendaraan, pengawalan  dsb, agar masyarakat sampai tujuan dengan aman dan selamat.</p>
<p>-  Menjaga jalur – jalur kereta api sebagai angkutan umum pemudik dan sebagainya.</p>
<p>Sehingga tiada ucapan terimakasih  yang paling tepat untuk  mengiringi kepergian bulan istimewa ini, kecuali dengan menyebut namaNya ALLOHU AKBAR-ALLOHU AKBAR ,ALLOHU AKBAR :</p>
<p>Jika direnungkan kembali, puasa bulan ramadhan bagaikan  sebuah Diklat Khusus bagi kaum yang beriman kepada Alkhalik  untuk melatih diri atau menahan diri dari segala nafsu duniawi, yakni  melakukan ritual fisik dengan  menahan diri dari segala hawa nafsu  yang bersifat duniawi, serta dapat mewujudkan ritual batin untuk memahami hakekat kemanusiaan, sehingga akan dicapai hati yang taqwa.</p>
<p>Dengan dukungabn fasilitas yang luar biasa , tentunya secara logika Diklat Khusus ini lebih dekat dengan keberhasilan ketimbang kegagalannya, sehingga akan terjadi <strong><em>reformasi diri</em></strong> pada setiap invidu muslim  yang akhirnya <strong><em>sangat berimplikasi terhadap harmoni hidup dalam keluarga, Masyarakat dan bahkan Pemerintahan/ Negara. </em></strong></p>
<p>Setelah masing-masing individu muslim kembali keaktivitasnya semula , idealnya tak perlu lagi yang harus dirkawatirkan, dan tak perlu lagi   ada <em><span style="text-decoration:underline;">ancaman pecat – memecat bagi yang tidak berdisiplin</span></em>, bagi mereka yang berhasil dalam Diklatnya <em><span style="text-decoration:underline;">akan mampu menghadirkan Alkhalik  dalam setiap perbuatannya, karena diklatnya/ puasanya benar-benar ukntukNya , </span></em>sehingga tidak hanya kejujuran saja yang melandasinya namun juga tanggung jawab terhadap segala aktivitasnya.</p>
<p>Rasa takut dan kawatir seperti yang ada pada media masa dengan judul Cecak melawan Buaya, tidak akan pernah terjadi , sepanjang Diklat ini berhasil dicapainya, karena yang menentukan kemenangan perang  hari ini bukanlah jenis senjatanya, tapi orang yang dibelakang senjata itu sendiri, sehingga para pakar tidak akan semua jadi dipersukar, melainkan akan menjadi instrumen kebaikan yang menghilangkan segala sak wasangka. Semua dalam rangka mematuhi / mengaoptimalkan Supremacy of the law  atau equality of the law. kenapa harus berangkat dengan hati yang selalu curiga, takkan lari gunung dikejar kalang kabut tampaklah dia, kebatilan akan selalu tampil beda dengan kebaikan. Marilah kita tunggu bersama aktualisasi hasil diklat khusus ini dalam kehidupan masyarakat dan pemerintah.Wallohua’lam,</p>
<p>Jukok, WordPress.com</p>
<p>Surabaya    September 09</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jukok.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jukok.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jukok.wordpress.com&amp;blog=4541151&amp;post=56&amp;subd=jukok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jukok.wordpress.com/2009/09/23/reformasi-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6abe1a00d41f364b6ed1446963f85262?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jukok</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
